LAPORAN AKHIR USAHA tahu kress
Disusun oleh:
Kelompok 5:
Ahmad Rifki (180321100043)
Susanti (180321100037)
Dewi Yunita (180321100145)
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
BANGKALAN
2019
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ii
DAFTAR GAMBAR iv
BAB I 1
PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Survei Pasar Kompetitor dan Keunggulan Produk 1
1.2.1 Survei pasar 1
1.2.2 Kompetitor 1
1.2.3 Keunggulan Produk 1
BAB II 2
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA 2
2.1 Kondisi Umum Lingkungan Usaha 2
2.2 Peluang Pasar 2
2.3 Segmentasi Pasar 2
2.4 Biaya-biaya 3
BAB III 4
TARGET USAHA 4
3.1 Target Omset yang Sudah Disepakati 4
3.2 Target Penjualan pada Hari Menjual Langsung 4
3.3 Alasan Penentuan Target Omset 4
BAB IV 5
METODE PELAKSANA 5
4.1 Struktur Organisasi 5
4.2 Proses Pembuatan 6
4.3 Proses Pemasaran 6
4.4 Cara Mencapai Target Omzet yang disepakati 6
4.5 Cara Mencapai Target Omzet pada hari Berjualan langsung 6
BAB V 7
HASIL YANG DI CAPAI 7
5.1 Modal Awal 7
5.2 Biaya-Biaya Riil 7
5.3 Produk Berhasil di Jual 7
5.4 Pendapatan Yang di Peroleh 7
5.5 Hasil Pencapaian 7
5.6 Kendala Pencapaian Target Omset 7
5.7 Upaya Yang Dilakukan Untuk Menyelesaikan Kendala 8
5.8 Strategi Pencapaian Target Omset Yang Telah Di Upayakan 8
5.9 Strategi Pencapaian Target Pada Saat Penjualan Langsung,Kendala dan Pencapaian 8
BAB VI 9
PENUTUP 9
6.1 Kesan 9
6.2 Upaya Perbaikan Strategi Perkuliahan 9
LAMPIRAN iv
DAFTAR GAMBAR
gambar 1 Pembelian Bahan Baku iv
gambar 2 pengolahan iv
gambar 4 Pemasaran iv
gambar 3 Pengemasan iv
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tahu adalah makanan yang terbuat dari kacang kedelai yang mengandung protein nabati yang baik untuk kesehatan. Sekarang ini, jarang sekali orang-orang yang menyukai makanan yang terbuat dari kacang kedelai seperti tahu. Makanan seperti ini,hanya kalangan dan orang-orang tertentu saja yang menyukai tahu atau bahkan karena terlalu sering mengkonsumsinya, maka banyak yang mulai bosan untuk memakan makanan tersebut. Hal ini karena, penampilan dan rasanya yang biasa-biasa saja atau kurang begitu menarik dalam penyediaannya.
Disini dalam program kewirausahaan, kami menciptakan produk makanan yang diberi nama “Tahu Kress” dengan alasan untuk memberikan rasa kecintaan kepada masyarakat mengenai tahu agar dapat memakan dan menyukai makanan yang enak ini, dengan memberikan rasa yang menarik serta unik, diberikan balutan yang kriuk-kriuk dan tentu memiliki cita rasa yang lezat.
Kami berharap dengan adanya inovasi makanan tahu ini, semua kalangan menyukai tahu. Selain itu makanan tahu ini dapat menciptakan suasana kekeluargaan disaat santai maupun dalam berdiskusi.
Survei Pasar Kompetitor dan Keunggulan Produk
1.2.1 Survei pasar
Setelah melakukan survei pasar, kami dapat menyimpulkan bahwa banyak penjual Tahu Kress yang kurang memperhatikan lingkungan dalam berjualan. Contohnya menggunakan plastik sebagai bungkus tahu kress padahal plastik sulit terurai dalam tanah. Di daerah Telang juga belum banyak terdapat penjual Tahu Kress sehingga kami memiliki peluang cukup besar untuk menjual produk ini.
1.2.2 Kompetitor
Kompetitor kami menggunakan alat-alat yang lebih lengkap dan harganya lebih murah. Namun kompetitor kami hanya menggunakan plastik saja, tidak efisien dan kurang menarik serta varian rasanya tidak banyak.
1.2.3 Keunggulan Produk
Keunggulan dari produk kami bahan yang kami gunakan 100% halal dan tanpa pengawet. Jika biasanya kemasan Tahu Kress hanya menggunakan plastik saja, kami menggunakan kertas minyak agar kemasan lebih efisien dan menarik. Varian rasanya juga cukup banyak dan terdapat topping sebagai pelengkap. Selain itu, kami menggunakan peralatan yang lengkap dalam menjual produk ini agar konsumen tidak menunggu terlalu lama saat membeli produk kami.
BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
2.1 Kondisi Umum Lingkungan Usaha
Di lingkungan masyarakat yang semakin konsumtif, dapat mempermudah kami dalam membuat produk ini, karena banyak orang-orang yang malas membuat makanan sendiri dan ingin langsung memakan-makanan yang siap saji saja yang praktis dan tidak ribet. Selain itu, di kampus-kampus umumnya menyukai gorengan. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk membuka usaha makanan ringan berupa Tahu Kress merupakan makanan berbahan dasar tahu yang di baluri tepung dengan berbagai varian rasa.
Dalam pendirian usaha ini, sumber bahan baku utama adalah tahu. Tahu mudah ditemukan dimana saja, yang terbuat dari kacang kedelai yang digiling secara halus dan dicetak. Tahu yang akan kami pergunakan adalah tahu kotak yang ukurannya lumayan besar berwarna putih. Untuk luar tahunya kami baluri dengan tepung yang sudah diracik, dengan memiliki kualitas produk yang bagus dan dijamin higienis. Untuk tenaga kerja, kami menggunakan tenaga kerja dari kelompok kami sendiri.
2.2 Peluang Pasar
Melihat dari banyaknya produk-produk yang kami buat, kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha yang sama dengan kreatifitas dan keunikannya masing-masing. Hal itu tidak membuat semangat kami menurun dalam berkreasi dan berinovasi. Kami menyiasati produk yang kami buat dengan inovasi yang berbeda dan produk-produk yang sudah ada, yaitu dengan inovasi rasa yang lebih enak dari rasa yang biasa sampai rasa yang begitu lezat dengan ukuran yang lebih besar, harga yang ekonomis, dan yang paling penting produk yang kami buat di jamin higienis tanpa memakai bahan pengawet atau bahan-bahan yang mengandung kimia tinggi. Dengan ini, kami yakin produk yang kami miliki mampu bersaing dan laku di pasaran selain itu, kami memiliki banyak relasi yang dapat dijadikan pelanggan tetap.
2.3 Segmentasi Pasar
Segmentasi secara geografi yaitu masyarakat Desa Telang dan Socah. Secara demografi yaitu masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yaitu anak-anak hingga manula. Memiliki tingkat pendapatan bawah, menengah dan atas. Selain itu memiliki tingkat pendidikan SD hingga Sarjana. Sedangkan untuk psikografi, kami memiliki sasaran kepada masyarakat yang bergaya hidup modern, praktis, hemat dan higienis. Namun target kami secara geografi yaitu masyarakat Desa Telang, alasannya karena dekat dengan pusat produksi dan pemasaran produk di targetkan kepada mahasiswa UTM dan sekolah-sekolah di Desa Telang. Secara demografi yaitu semua kalangan laki-laki maupun perempuan yang tua ataupun muda serta tidak memandang pendidikannya. Sedangkan secara psikografi target kami yaitu masyarakat yang modern, hemat dan praktis karena masyarakat lebih menyukai produk yang instan, praktis dan hemat. Jumlah potensi konsumen produk kami sebanyak 30 bungkus per hari bisa juga lebih.
2.4 Biaya-biaya
Tahu : Rp. 400/kotak x 75 = Rp. 30.000
Minyak Goreng : Rp. 12.000 /kilo x 2 = Rp. 24.000
Tepung terigu : Rp. 7.000/kg x 2 = Rp. 14.000
Saos : Rp. 4.500/pcs x 1 = Rp. 4.500
Bumbu varian rasa : 4.000/pcs x 12 = Rp.48.000 (6 rasa)
Mayonaise : Rp. 28.000/pcs x 1 = Rp. 28.000
Kertas Minyak : Rp. 26.500/ pcs x 1 = Rp. 26.500
Stiker : Rp. 1.000/lembar x 3 = Rp. 3.000
Isi Gas Lpg : Rp. 19.000/tabung x 1 = Rp. 19.000
BAB III
TARGET USAHA
3.1 Target Omset yang Sudah Disepakati
Target awal yang disepakati oleh kelompok kami yaitu 20 bungkus/hari, setelah itu kami konsultasi dengan dosen pembimbing kami untuk menyampaikan hasil target yang akan kelompok kami lakukan. Dari hasil konsultasi dengan dosen pembimbing yaitu bapak Taufik kelompok kami diberi masukan untuk menambah target omset kami menjadi 30 bungkus/hari. Dari kelompok kami masih ragu dengan penambahan target omset yang diberikan oleh bapak Taufik, karna kami merasa takut tidak bisa mencapai target sebesar itu dengan alasan kami masih baru pertama kali berjualan atau membuka usaha sehingga untuk menarik perhatian konsumen sangat lah susah. Dengan alasan yang kelompok kami sampaikan, namun bapak Taufik tetap dengan keputusannya dan bapak Taufik memberikan wawasan kepada kelompok kami dengan menceritakan salah satu anak bimbingannya yang sudah sukses dalam membukan usahanya sendiri dan dari itulah kami sepakat target kami dalam produksi yaitu 30 bungkus/hari. Maka target omset yang sudah kami sepakati dengan dosen pembingbing yaitu bapak Taufik yaitu 30 bungkus/hari. Untuk mencapai target yang sudah kami sepakati kami melakukan penjualan dengan membuka stand, selain itu untuk mencapai target kami menggunakan media online untuk memenuhi target omzet kami.
3.2 Target Penjualan pada Hari Menjual Langsung
Dalam hari menjualan langsung dengan target omzet yang sudah disepakati yaitu 30 bungkus/hari. Cara kami berjualan tetap seperti biasa yaitu dengan membuka stand di depan SMP 2 Kamal dan juga menggunakan media online, kami juga menawarkan ke teman-teman yang beda fakultas. Kami juga minta bantuan kepada teman yang beda fakultas untuk mempromosikan produk kami, dengan cara itu kami bisa mencapai target yang sudah disepakati dan bahkan melebihi target omset kami.
3.3 Alasan Penentuan Target Omset
Alasan penentuan targer omset yang sudah kami sepakati, karna dengan melihat peluang usaha dimana didaerah telang hanya terdapat satu pesaing yang sejenis. Sehingga kami merasa cukup mampu untuk menyepakati target omset dalam memproduksi produk kami sebanyak 30 bungkus/hari.
BAB IV
METODE PELAKSANA
4.1 Struktur Organisasi
Keterangan
Direktur bertugas sebagai :
Pemimpin perusahaan dalam menerbitkan kebijakan-kebijakan dalam perusahaan tebu
Mengawasi tugas-tugas yang dikerjakan oleh manajemen produksi, pemasaran dan keuangan
Setretaris bertugas sebagai :
Menentukan tempat untuk proses pemasaran
Memberikan saran atau masukan kepada bawahannya dalam mencapai target yang disepakati
Melihat kondisi pasar yang ingin dijadikan target
Bendahara bertugas sebagai :
Mencatat jumlah pengeluaran dan pemasukan dari seluruh biaya-biaya yang bersangkutan dalam tiap bulannya
Melihat harga pasar dalam pembelian bahan baku yang lebih murah
Manajemen Produksi bertugas sebagai :
Mongkoordinasi, mengatur dan memanajemen dalam proses pembuatan produk.
Manajemen pemasaran bertugas sebagai :
Memasarkan produk yang telah disiapkan
Menentukan siapa konsumen dalam usaha tersebut
Manajemen keuangan bertugas sebagai :
Mencatat pengeluaran, pemasukan serta pendapatan dalam proses produksi hingga pemasaran dalam tiap harinya.
4.2 Proses Pembuatan
1. Potonglah tahu menjadi kecil-kecil berbentuk kotak
2. Masukkan tahu yang sudah dipotong ke tepung yang basah
3. Setelah itu masukkan ke tepung yang kering, dengan diasah hingga tepung dan tahu menyatu. ( menghidupkan kompor)
4. Setelah mintak sudah panas tahu tersebut digoreng hingga warnanya berubah agak kekuning coklatan.
5. Masukkan ke toples untuk mencampurkan bumbu varian rasa, kemudian masukkan kedalam kemasan.
6. Produk siap dipasarkan.
4.3 Proses Pemasaran
Dalam proses pemasaran kami menggunakan 2 metode pemasaran, pertama dengan membuka stand yang berlokasi didepan SMP 2 Kamal. Kedua dengan memasarkan menggunakan media online degan sistem order, jadi ketika ada yang memesan maka kami akan mengantarnya tanpa bianya ongkos kirim ( free ongkir).
4.4 Cara Mencapai Target Omzet yang disepakati
Cara kami untuk mencapai target yang telah disepakati yaitu menjual produk dengan membukan stand lebih awal dari jam biasanya. Kami juga mempromosikan produk kami kepada teman-teman selain angkatan kami dan juga menawarkan ke fakultas lain, serta mempromosikan pamflet ke grup WA yang ada di setiap handphone kelompok kami.
4.5 Cara Mencapai Target Omzet pada hari Berjualan langsung
Dalam penjualan secara langsung kami menggunakan cara yang sama dengan hari-hari sebelumnya karena dengan cara yang kelompok kami setiap hari lakukan sudah hampir bisa mencapai target bahkan melebihi target.
BAB V
HASIL YANG DI CAPAI
5.1 Modal Awal
Modal awal yang kelompok kami gunakan yaitu sebesar Rp. 794.500 yang di dapat dari iuran anggota kelompok kami yang berjumlah 3 orang.
5.2 Biaya-Biaya Riil
a. Tahu = Rp. 30.000
b. Minyak Goreng = Rp. 24.000 (2kg)
c. Tepung terigu = Rp. 14.000 (2kg)
d. Saos = Rp. 4.500
e. Bumbu varian rasa = Rp.28.000 (4 rasa)
f. Mayonaise = Rp. 28.000
g. Kertas Minyak = Rp. 26.500
h. Stiker = Rp. 3.000
i. Isi Lpg = Rp. 19.000
j. Perlengkapan = Rp. 647.500
Dari harga diatas merupakan harga riil sesuai pasar pada awal usaha, untuk keberlanjutan usaha harga bisa berubah sewaktu-waktu.
5.3 Produk Berhasil di Jual
Selama proses penjualan tahu kress produk kami berhasil terjual sebanyak 128 pcs dengan pendapatan kotor Rp. 640.000
5.4 Pendapatan Yang di Peroleh
Pendapatan yang diperoleh dalam usaha kami ini yaitu sebesar Rp. 640.000 dan ini masih pendapatan kotor, sedangkan pendapatan bersih yang sudah diputar untuk pembelian bahan baku dll yaitu sebesar Rp. 200.000
5.5 Hasil Pencapaian
Dalam pencapaian proses penjualan produk kami lebih kurang dari 75%, untuk satu kali produksi produk kami mencapai 50%, karna tiap kali produksi kami bisa menjual separuh dari target omset yaitu 22 sampai 28 bungkus.
5.6 Kendala Pencapaian Target Omset
Kendala yang kami hadapi pada saat proses penjualan yaitu kurangnya waktu dalam berjualan dikarenakan masih sibuk dengan tugas kuliah dan juga kurangnya penerangan pada saat malam hari karena masih belum menggunakan aliran listrik jadi para konsumen kurang banyak belum mengetahui tempat jualan kami.
5.7 Upaya Yang Dilakukan Untuk Menyelesaikan Kendala
Kendala kurangnya penerangan dalam usaha kami maka kami berupaya untuk mencari tempat persewaan atau lapak yang mneyediakan sarana listrik dan juga bisa membagi waktu dalam penyelesain tugas kuliah.
5.8 Strategi Pencapaian Target Omset Yang Telah Di Upayakan
Upaya kami untuk mencapai target yang telah disepakati yaitu menjual produk dengan membukan stand lebih awal dari jam biasanya. Kami juga mempromosikan produk kami kepada teman-teman selain angkatan kami dan juga menawarkan ke fakultas lain dan meminta bantuan untuk mempromosikan ke fakultas lain, serta mempromosikan pamflet ke grup WA yang ada di setiap handphone kelompok kami.
5.9 Strategi Pencapaian Target Pada Saat Penjualan Langsung,Kendala dan Pencapaian
Upaya kami dalam mencapai target yang telah disepakati yaitu dengan menjual produk kami dengan membuka stand lebih awal dari jam biasanya. Kami juga mempromosikan produk kami kepada teman-teman selain angkatan kami dan juga menawarkan ke fakultas lain juga meminta bantuan untuk mempromosikan produk kami, serta mempromosikan pamflet ke grup WA yang ada di setiap handphone kelompok kami. Kendala kurangnya penerangan dalam usaha kami maka kami berupaya untuk mencari tempat persewaan atau lapak yang mneyediakan sarana listrik dan juga bisa membagi waktu dalam penyelesain tugas kuliah. Dengan menggunakan cara pemasaran seperti itu kami bisa memenuhi target yang sudah kami sepakati.
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesan
Selama proses perkuliahan kewirausahaan kami mendapatkan banyak ilmu tentang bagaimana cara membangun bisnis dari mulai yang terkecil, tetapi pada saat berjualan langsung kami menyadari teori tidak sepenuhnya sejalan dengan praktek. Dalam persiapan mulai bisnis kami sudah menyusun semuanya dengan matang tetapi ada saja yang tidak sesuai ketika praktek berjualan langsung. Disini kami menyadari bahwa semuanya harys benar benar dipersiapkan dan lebih bersemangat dalam proses berjualan kedepannya sehingga tujuan belajar kewirausahaan dapat terwujud yakni menjadi pengusaha yang sukses.
6.2 Upaya Perbaikan Strategi Perkuliahan
Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan melibatkan aktivitas mahasiswa, melalui diskusi, dan tanya jawab. Dosen menjelaskan pelajari materi perkuliahan secara garis besar materi perkuliahan. Selanjutnya mahasiswa diharapkan secara mandiri dapat mempelajari materi perkuliahan melalui pembelajaran modul yang telah dibagikan. Guna meningkatkan pemahaman mahasiswa, pemberian tugas diberikan secara bervariasi, dengan cara pembuatan ppt dalam merencanakan usaha serta terjun langsung dengan cara mempraktikan bagaimana cara memasarkan produk dengan baik dengan tetap memicu pada konsep yang dipelajri tersebut. Selanjutnya mahasiswa mempertanggungjawabkan penyelesaian tugas tersebut dengan mempresentasikannya melalui aktivitas diskusi kelas dengan memaparkan apa saja yang telah diperoleh. Partisipasi mahasiswa lain sangat ditekankan dan diharapkan guna menanggapi presentasi tersebut. Dalam hal ini, dosen bertindak sebagai fasilitator yang memandu diskusi kelas dan mengarahkan pada jawaban atau simpulan yang benar. Dosen juga membimbing mahasiswa yang mengalami kesulitan, misalnya dengan memberikan kesempatan mahasiswa lain untuk menyelesaikannya atau dengan memberikan pertanyaan acuan. Namun, alangkah lebih baiknya pemberian tugas seperti praktik pemasaran tidak dilakukan terlalu lama
LAMPIRAN
Selasa, 03 Desember 2019
Hidroponik, menguntungkan kah?
Hidroponik, usaha bapak Mehdy Riza kembangkan di wilayah Surabaya nama usahanya ialah Kebun Sayur. Beliau merupakan lulusan dari program studi Manajemen, menurut beliau usaha dari sektor pertanian ini tak juga harus dari peogram studi yang sama. Bagi beliau selagi kita ingin berusaha semua akan berjalan dengan lancar, ya meskipun ada beberapa batu-batu yang datang. Tidak ada skill dalam bidang yang di tuju bukan merupakan masalah yang akan mematahkan semangat dan niat kita untuk meraih kesuksesan.
Membahas mengenai Hidroponik, Apasih Hidroponik itu?
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dan menekan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Apakah tanaman Hidroponik merupakan tanaman organik? Iya, Hidroponik juga termasuk dalam tanaman organik. Hanya saja dalam kegiatannya Hidroponik menggunakan media tanam yang berbeda yaitu menggunakan Rockwool yang mudah myerap air dengan baik. Sedangkan tanaman organik sendiri cukup menggunakan tanah sebagai media tanam. Sering kali masyarakat beranggapan tanaman organik yaitu tanaman yang bebas akan bahan kimia. Padahal produk pertanian yang dihasilkan dengan sistem Hidroponik yang tepat dan lingkungan terkontrol dengan baik, bahkan sama sekali tidak menggunakan pestisida kimia sehingga tentu saja tingkat komsumsi yang sama dengan hasil pertanian dengan menggunakan sistem organik.
Dalam menjalani usahanya Bapak Mehdy Riza, mengrekrut karyawan dari kalangan masyarakat yang awam dengan tujuan meminimalisir pengangguran dan juga menurut beliau, Beliau tidak membutuhkan karyawan yang berpendidikan tinggi maupun memiliki skill dalam bidang tersebut. Melainkan hanya masyarakat biasa, dikarenakan dalam pengrekrutan karyawan Bapak Mehdy Riza akan mengajari karyawannya hingga tahu bagaimana cara memproduksi tanamana Hidroponik dengan baik hingga beliau juga membuka pelatihan dalam bidang tersebut.
Membahas mengenai Hidroponik, Apasih Hidroponik itu?
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dan menekan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Apakah tanaman Hidroponik merupakan tanaman organik? Iya, Hidroponik juga termasuk dalam tanaman organik. Hanya saja dalam kegiatannya Hidroponik menggunakan media tanam yang berbeda yaitu menggunakan Rockwool yang mudah myerap air dengan baik. Sedangkan tanaman organik sendiri cukup menggunakan tanah sebagai media tanam. Sering kali masyarakat beranggapan tanaman organik yaitu tanaman yang bebas akan bahan kimia. Padahal produk pertanian yang dihasilkan dengan sistem Hidroponik yang tepat dan lingkungan terkontrol dengan baik, bahkan sama sekali tidak menggunakan pestisida kimia sehingga tentu saja tingkat komsumsi yang sama dengan hasil pertanian dengan menggunakan sistem organik.
Dalam menjalani usahanya Bapak Mehdy Riza, mengrekrut karyawan dari kalangan masyarakat yang awam dengan tujuan meminimalisir pengangguran dan juga menurut beliau, Beliau tidak membutuhkan karyawan yang berpendidikan tinggi maupun memiliki skill dalam bidang tersebut. Melainkan hanya masyarakat biasa, dikarenakan dalam pengrekrutan karyawan Bapak Mehdy Riza akan mengajari karyawannya hingga tahu bagaimana cara memproduksi tanamana Hidroponik dengan baik hingga beliau juga membuka pelatihan dalam bidang tersebut.
Sabtu, 05 Oktober 2019
Rancang Usahamu #Part 7
Rancang
Usahamu
#Part
7
Membuat
rencana usahamu
Setelah
memahami berbagai hal yang diperlukan untuk memulai sebuah usaha kini saatnya
membuat rencana usaha. Berikut adalah cara menyusun rencana usaha
1.
Informasi dasar
Berisi
tentang nama usaha, jenis usaha, deskripsi singkat usaha
2.
Produk usaha
Bagian
ini berisi penjelasan mengenai produk usaha yang akan dijual yaitu, produk,
keunggulan produk, perbandingan produk yang kan ditawarkan dengan produk
pesaing, dan kemana pendistribusian produk akan dilakukan.
3.
Kegiata utama (key activities)
Bagian
ini berisi penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan utama apa saja akan dilakukan
dalam usaha-mu dan pelaksana tugas.
4.
Sumber daya utama (key resource)
Bagian
ini berisi penjelasan mengenai sumber daya apa saja yang dibtuhkan dalam
keseluruhan proses usaha berupa alat, bahan, maupun tenaga kerja yang
dilibatkan dalam proses usaha.
5.
Target konsumen
Bagian
ini berisi penjelasan mengenai siapa saja calon konsumen yang akan menjadi
target pemasaran usaha yang akan dilakukan
6.
Strategi pemasaran
Bagian
ini berisi penjelasan mengenai cara memasarkan produk agar dapat diketahui oleh
konsumen serta mampu menarik hati konsumen untuk membeli.
7.
Rencana keuangan
Bagian ini berisi penjelasan mengenai hal-hal
apa saja yang akan dikeluarkan untuk keberlangsungan usaha, beserta perkiraan
biaya yang akan dikeluarkan. Komponen ini meliputi bagian produksi, pemasaran,
operasional, distribusi dan semua proses usaha.
Rancang Keuangan Usahamu #Part 6
Rancang
Keuangan Usahamu
#Part
6
A. Keuangan
pribadi dan keuangan usaha
Ada salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh para pengusaha yang
baru merintis usahanya tersebut dimana keuangan pribadi dan keuangan usahanya
tidak dipisahkan, dengan alasan uang yang sering digunakan untuk usahanya
tersebut adalah uang pribadi juga padahal hal ini jelas jelas salah jika
dilakukan. Ada beberapa cara membuat keuangan pribadi dan keuangan usaha
menjadi sehat dan seimbang, yaitu;
1.
Pisahkan keuangan pribadi dengan keuangan
usaha
Biasakan
memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha meskipun usaha yang baru
dirintis terbilang kecil karena akan membuat terbiasa sedari ini sampai usaha
yang dijalankan akan berkembang dan besar.
2.
Tentukan jumlah uang yang akan digunakan
untuk usaha
Setelah
memisahkan uang pribadi dan usaha selanjutnya yaitu menentukan jumlah uang yang
akan digunakan usaha dengan tujuan kas usaha tidak berantakan.
3.
Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
Catatlah
semua uang yang keluar dan masuk didalam sebuah pembukuan. Adanya pembukuan
bertujuan untuk mengontrol jumlah uang yang eluar dan uang yang masuk
4.
Kurangi resiko dengan cara menghutang
Hutang
memang boleh digunakan untuk membantu usaha yang akan dijalankan tetapi kita
harus melihat keuangan usaha, jika dalam keadaan yang tidak baik maka hutaang
sangat tidak dianjurkan.
5.
Gaji diri sendiri
Meskipun usaha
sendiri dan yang menjalankan diri sendiri pula tidak sepatutnya merasa bebas
dalam mengambil uang usaha maka dari itu perlu adanya gaji untuk diri sendiri
untuk menghindari dari adanya pengambilan uang usaha.
B.
Mengelola keuangan usaha
Pengelolaan
keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di dalam usaha. Pengelolaan
keuangan yang baik akan membuat usaha berjalan dengan baik. Sebaliknya,
pengelolaa keuangan yang buruk akan memperburuk perkembangan usaha, bahkan
berdampak pada kehidupan pribadi. Pengelolaan keuangan salah satunya dapat
dilakukan dengan penatatan keuangan.
C.
Pencatatan keuangan
Pencatatan keuangan
adalah kegiatan mencatat segala transaksi keuangan yang dilakukan oleh
perusahaan. Pencatatan dilkukan agar pengusaha dapat mengontrol pengeluaran
yang dilakukan memang dibutuhkan atau tidak.
Pemasaran #Part5
Pemasaran
#Part5
A.
Mengembangkan strategi pemasran yang efektif
- Pemasaran yaitu kegiatan dimana seorang
produsen menjual hasil barang dan jasanya kepada konsumen. Untuk menghasilkan
pemasaran yang efektif perlu adanya strategi dakam pemasaran dengan tujuan para
konsumen tertarik dengan barang kita, strategi pemasaran juga banyak memiliki
manfaat diantaranya merencanakan produk dan membuat produk yang benar benar
dibutuhkan oleh konsumen menentukan harga jual yang tepat, mempromosikan produk
dengan cara dan saluran media yang tepat
- bauran pemasaran( marketing mix) bauran
pemasaran juga dikenal dengan istilah 4p, yaitu product,price, place, dan
promosi. Tetapi sebelum melaksanakan 4p diatas ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan yaitu, customer solution, customer cost, convinirnce,
communication.
B.
Anggaran pemasaran
Setelah
menentukan strategi pemasaran,selanjutnya yaitu anggaran pemasaran yang artinya
hanya mencakup biaya yang akan digunakan dalam pemasaran tidak termasuk biaya
produksi dan lain-lainnya. Anggaran pemasaran dapat bervariasi dari bulan ke
bulan biasanya tergantung pada situasi dan kondisi usaha dan konsumen.
Produksi dan Proyeksi Keuangan #Part 4
Produksi dan Proyeksi Keuangan
#Part 4
Produksi
adalah suatu kegiatan memanfaatkan sumber daya hayati untuk menghasilkan suatu
barang dan menambah nilai guna sumber daya tersebut yang bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan hidup. Sebelum melakukan produksi perlu memprsiapkan segala
kebutuhan dan keperluan seperti peralatan dan perhitungan biaya supaya berjalan
dengan sebagaiman semestinya. Hal-hal rinci yang perlu diperhatikan diantaranya
sebagai berikut:
A.
Sumber daya utama, modal awal dan alur
produksi
Dalam
memproduksi suatu barang atau jasa, mengetahui sumber daya utama dan alur
proses produksi merupakan hal yang penting dalam memulai sebuah usaha sumber
daya utama dibagi menjadi dua, yaitu peralatan-peralatan yang digunakan untuk
mendukung terciptanya sesuatu produk dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam
proses produksi.
1.
Peralatan-peraatan yang digunakan
Suatu produk tidak akan tercipta bila
tidak menggunakan peralatan karena peralatan merupakan hal penting dalam proses
produksi, sebaiknya perlu menyesuaikan dan mengetahui terlebih dahulu peralatan
yang akan digunakan dalam proses produksi agar tidak terjadi kesalahan dan juga
pastikan peralatan yang digunakan yaitu bersih,kondisi baik dan layak dipakai
serta tidak menyebabkan kecelakaan nantinya.
2.
Memahami alur proses produksi dengan baik
Memahami alur proses produksi dilakukan dengan tujuan untuk
memastikan hasil produksi nantinya memilki kualitas yang baik. Dengan
memastikan alur proses produksi membantu seorang pengusaha untuk memastikan
bahwa proses produksi sudah dilakukan dengan benar dari awal hingga akhir tidak
ada tahapan yang terlewat.
B.
Biaya produksi
Biaya produksi adalah biaya yang
harus dikeluarkan atau dihabiskan untuk membuat sutu produk, biaya produksi
bersifat variabel karena jumlahnya tidak tetap tegantung dengan jumlah produksi
yang mau dihasilkan nantinya. Dalam menghitung biaya produksi ada 3 hal yang
harus diperhatikan yaitu:
1.
Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL)
Bahan
baku yang digunakan dalam produksi yang tidak bisa digantikan oleh bahan yang
lainnya.
2.
Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
Biaya
untuk membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk.
3.
Biaya Pendukung
Semua
biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja
langsung. Biaya yang dimaksud disini sebagai pelengkap atau pendukung saja.
C.
Menetapkan harga jual
Dalam menetapkan harga jual yang
harus diperhatikan yaitu harga jual harus lebih besar dari harga pokok
penjualan produk agar tidak rugi. Dalam menetapkanharga yang biasa menjadi acuan yaitu harga pasar
dan juga harga pesaing.
D.
Perkiraan perhitungan biaya operasional
Biaya operasional termasuk biaya
yang tetap, berbeda dengan biaya produksi yang biayanya relatif berubah.
Mengapa dikatakan tetapkarena setiap bulannya biaya yang dilakukan relatif
hampir sama. Yang termasuk biaya operasional yaitu seperti biaya listrik, biaya
telepon dan juga biaya sewa gedung.
E.
Perhitungan untuk menutup biaya operasional
Dalam perhitungan biaya operasional
ada istilah yang digunakan yaitu BEP, yang artinya break event point dimana
kondisi pengusaha tidak mengalami kerugian tapi juga belum mendapat keuntungan.
BEP perlu diperhatikan karena dapat mencegah seorang pengusaha mengalami
kerugian. Rumus yang digunakan yaitu BEP unit= total biaya operasional:laba
kotor per unit
F.
Perhitungan balik modal
Perhitungan balik modal dilakukan
agar pengusaha dapat mengetahui kapan modal seorang pengusaha tersebut bisa
kembali supaya dapat merencanakan pengembangan usahanya tesebut. Rumus yang
digunakan yaitu Balik Modal= total biaya mulai: laba kotor per unit
G.
Target produksi, penjualan, dan perkiraan
laba kotor
Dalam memulai usaha hendaknya
seorang pengusaha mempunyai target produksi dan penjualan agar semangat dan
terarah dalam menjalankan usahanya. Rumus yang digunakan sama dengan rumus balk
modal sebelumnya dan dari laba bersi juga bisa, Balik modal (bulan)= total
modal awal: laba bersih rata-rata perbulan. Dari rumus tersebut dapat dilihat
bahwa usaha tersebut akan balik modal dibulan keberapa.
Senin, 30 September 2019
Kenali Usahaku #Part 3
Kenali
Usahaku
#Part 3
Siapa konsumen produkku
Tidak semuanya produk yang akan
kita tawarkan akan menjadi piihan semua konsumen, karena selera tiap konsumen
itu pasti berbeda. Maka dari itu kita harus memilih calon konsumen yang akan
dipenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu penting bagi pengusaha untuk memahami
kriteia calon konsumen. Kriteria tersebut bisa saja meliputi jenis kelamin,
usia, tingkat pendapatan tempat tinggal dan lainnya.
Keunggulan
bersaing
Seorang
pengusaha harus memiliki keunggulan bersaing dalam usahanya dengan usaha yang
lain untuk menjadi pembeda dengan usaaha pesaing, ada dua cara menciptakan
keunggulan bersaing. Yaitu,
A. Biaya
produksi yang lebih murah
Biaya prduksi lebih murah dengan tujuan produk yang
ditawarkan nantinya juga akan murah dibanding dengan produk pesaing, dapat
dilakukan dengan proses produksi yang mudah dan mencari supplier bahan baku
yang murah dengan standard yang sama.
B. Menciptakan
perbedaan dengan produk pesaing
Menawarkan produk yang berbeda dengan pesaing sangat
dibutuhkan karena dapat memikat hati para konsumen, perbedaan disini bukan
hanya perbedaan yang tipis tetapi yang cukup signifikan perbedaannya supaya
para konsumen memilih produk kita.
Gali Ide Usahamu #Tahap 2
Gali Ide Usahamu
#Tahap 2
Suatu bisnis peluang besar akan berkembang maju jika berangkat dari
permasalahan yang ada di dalam lingkungan sekitar kita, jadi bisnis yang akan
dikakukan dapat mengatasi masalah-masalah yang ada nantinya. Setelah menjawab
pemasalahan yang ada, muncul satu,dua maupun lebih ide usaha. Dalam tahap
pertama ini menggunakan Analis Pros-cons yaitu cara yang digunakan untuk
menilai sebuah ide usaha yang ingin dijalankan baik atau tidak dengan
membandingkan aspek positif dan negatif dari dua atau lebih ide usaha
tersebut. Ada beberapa informasi yang harus dikumpulkan untuk menentukan apakah
informasi tersebut termasuk aspek positif dan negatif, diantaranya :
A. Keahlian yang dimiliki pengusaha
untuk menjalankan usaha tersebut
Seorang pengusaha harus dapat mengetahui keahlian yang
dimiliki, apakah sesuai dan sejalan dengan ide usaha yang akan dijalankan,
keahlian disini dapat berupa memasak, desain, dll.
keahlian dan ide usaha harus sesuai
karena jika hanya memiliki ide tetapi tidak memiliki keahlian sesuai idenya
maka percuma contohnya ingin membuka usaha makanan jadi harus memiliki keahlian
memasak.
B. Ketersediaan bahan baku yang
dibutuhkan
Pengusaha harus mengetahui apakah bahan baku
yang dibutuhkan tersedia atau tiak. Jika tersedia, dimana bahan baku tersebut
tersedia dan apakah jumlahnya mencukupi untuk kegiatan produksi.
C. Kemudahan mendapatkan bahan baku yang
dibutuhkan
Setelah mengetahui bahan baku yang
akan digunakan, pengusaha harus mengethaui apakah bahan baku termasuk yang
mudah di dapatkan atau malah sebaliknya. Poin ini perlu diperhatikan karena
jika tidak melihat persediaan bahan baku suatu saat bahan baku habis dan ternyata proses mendapatkannya
sangat sulit itu juga akan menjadi kendala besar terhadap usaha itu sendiri.
D.
Kemampuan memproduksi dalam satu periode
Pengusaha harus mengetahui kemampuan
dirinya menghasilkan jumlah produk dalam satu periodenya. Misalnya dalam satu
hari mampu menghasilkan ayam goreng 1000 porsi yang siap dijual.
E.
keberadaan dan jumlah pesaing yang mempunyai poduk sejens
Pengusaha harus mengetahui berapa
banyak pesaing yang berada di sekitar tempat usaha yang akan dipasarkan, baik
berupa barang sejenis dengan yang kita tawarkan maupun dengan barang substitusi
lainnya.
Selajutnya
setelah melakukan analisa pros-cons terhadap usaha yang akan kita jalankan maka
masuk ke tahap Analisa Swot. Dimana dalam
analisa ini dapat membantu pengusaha dalam mencari, mencatat dan mengumpulkan
informasi yang lebih detail dan rinci sehingga pengusaha mampu memaksimalkan
apa yang dimiliki dan mengatasi kelemahan dan ancaman yang akan muncul. Terdiri
dari
v Strength,
kekuatan apa yang dimiliki sehingga memiliki dorongan untuk memulai suatu usaha.
v Wearknesses,
kelemahan yang dimiliki harus diketahui sehingga dapat mencegah hal-hal yang
terhadi dikemudian hari.
v Opportunities,
dimana kita harus mengetahui peluang lancarnya usaha yang akan kita jalani
tersebut dengan menilai dari adanya pesaing dilinngkungan sekitar.
v Threats,
ancaman apa yang aka terjadi nantinya yang dapat menghambat jalannya usaha
kita.
Selanjutnya
masuk ke Analisa Pesaing, namanya
usaha pasti ada yang namanya pesaing. Penjual akan berusaha mendapatkan
konsumen sebanyak banyaknya, berusaha agar produk yang ditawarkan menjadi
pilihan konsumen dengan begitu usahanya akan memenangkan persaingan. Usaha akan
maju dan bertahan. Dalam analisa pesaing terdapat tabel yang dapat membantu proses
analisa dengan produk sejenis
|
Nama pesaing
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
Cara
mengatasi persaingan
|
|
Pesaing 1
|
|
|
|
|
Pesaing 2
|
|
|
|
Kewirausahaan #Tahap 1
Kewirausahaan sendiri yaitu memiliki makna proses mengidentifikasi mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi yang dimaksud disini berupa ide inovatif peluang. Cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adlah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastiaan. Kenapa dibilang risiko karena dalam berwirausaha semua dapat terjaadi baik dan buruknya kondisinya nanti. Kewirausahaan identik dengan berbisnis. Untuk memulai sebuah bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan tetapi banyak hal yang harus perlu dipersiapkan, disini saya akan menggunakan buku panduan USAID JAPRI (Jadi Pengusaha Mandiri) Apa saja hal-hal untuk memulai usaha mari kita bahas tahap demi tahap.
1. Jadi Pengusaha Mandiri
Dalam tahap pertama ini kita akan membahas dua substansi, yang pertama yaitu karakter pengusaha sukses dan yang kedua bagaimana menjadi pengusaha yang beretika.
A. Karakter Pengusaha Sukses
Diawali dengan kata sukses yang berarti berhasil, dengan makna yang lebih luas yaitu keberhasilan seseorang dalam mencapai sesuatu yang diinginkan. Disini keberhasilan Seorang pengusaha bisa mencapai sukses dalam usahanya bisa dilihat dengan beberapa karakter yang ada di dalam dirinya diantaranya:
§ Buat passion jadi usaha
Passion atau hasrat diperlukan agar kita dapat melakukan sesuatu secara menyenangkan tanpa paksaan. Passion dapat meningkatkan motivasi kerja, orang yang bekerja menggunakan passion akan menjalankannya dengan penuh antusias, powerfull, dan mengerjakannya dengan seluruh potensinya sehingga orang yang menggunakan passion terbiasa memperoleh hasil yang baik.
§ Jalankan dengan serius
Dalam menjalankan usaha keseriusan sangat perlu dilakukan, tidak akan datang yang namanya keberhasilan jika dalam melakukakn usaha kita tidak serius dalam usaha tersebut. Yakin dan optimis bahwa apa yang kita jalankan usaha ini akan maju dan berkembang menjadi besar dengan kesriusan kita terhadap usaha yang dijalankan.
· Rencanakan semuanya dengan matang
Membuat rencana usaha sangat penting untk kita bisa membuat atau mengambil langkah yang tepat sesuai kenyataan. Rencana usaha juga dapat mminimalisir kesalahan dari awal akibat kurangnya persiapan dan bisa mengukur keberhasilan dari langkah yang diambil
· Mengelola uang dengan bijak
Keterampilan mengelola keuangan sebuah usaha adalah memisahkan pengelolaan keuangan pribadi dan usaha. Pencegahan agar tidak terjadi sistem pengelolaan keuangan yang tidak baik yaitu dengan mecatat segala bentuk transaksi yang sudah dilakukan selama rutin setiap harinya dengan harapan kelak jika ada masalah dalam pengelolaan keuangan misalnya uang hasil usaha kurang maka bisa dilihat dengan hasil pencatatan rutin itu sendiri.
· Fokus terhadap konsumen dan pelanggan
Adanya usaha kita dilakukan dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen, bukan tentang seberapa murah ataupun mahal usaha yang kita lakukan dibanding dengan usaha pesaing tetapi kepuasan konsumen lah yang menjadi utama usaha kita. Pendekatan sangat perlu dilakukan untuk memastikan apakah konsumen dan pelanggan sangat nyaman dengan usaha yang kita berikan terhadap mereka bisa menggunakan pemberian kertas saran dan kritik terkait usaha kita dengan tujuan untuk membangun dan menjadikan usaha kita menjadi pilihan para kosumen dan juga pelanggan.
· Ciptakan keunggulan kompetitif
Barang dan jasa usaha kita harus memliki keunggulan dan keunikan yang jelas. Hal ini dilakukan agar konsumen dan pelanggan memiliki alasan utuk memilih barang dan jasas yang kita tawarkan dibanding dengan milik pesaing.
B. Menjadi pengusaha yang beretika
Etika dalam hal ini adalah cara dalam melakukan kegiatan usaha yang mencakup sikap ata moral pengusaha dalam lingkungan usaha secara masyarakat dan pelaku didalam rantai nilai usahanya. Etika usaha mrupakan komponen dasar dan pentingyang harus selalu dipegang oleh seorang pengusaha dalam menjalankan setiap proses dalam usahanya. Berkut beberapa cara menjadi pengusaha yang beretika :
§ Jujur
Jujur merupakan salah satu hal penting untuk bisa membangun kepercayaan dengan konsumen kita terkait informasi kekurangan dan kelebihan barang dan jasa yang kita tawarkan.
§ Komitmen
Dalam menjalankan usaha kita harus komitmen terhadap pelayanan kita kepada konsumen baik mulai dari awal usaha kita dibentuk sampai dengan usaha kita menjadi besar karena konsumen akan menggunakan barang dan jasa yang kita tawarkan ketika komitmen kita terhadap usaha kita itu sendiri tetap dijaga sampai kapanpun
· Loyalitas atau kesetiaan
Loyalitas dapat ditunjukkan dengan bekerja sesuai tujuan usaha serta tidak mecampur masalah usaha dengan masalah pribadi. Loyalitas kita terhadap usaha kita juga dapet ditunjukkan dengan memberikan seluruh kemampuan yang kita miliki demi berkembangnya usaha kita ke arah yang lebih baik.
· Kepedulian
Seorang pwngusaha harus menjadi pribadi yang memiliki kepedulian simpatik dan baik hati. Setap keputusan yang diambil harus lebih mementingkan kesejahteraan masyarakat dibanding dengan kepuasan sendiri untuk usaha yang dijalankan.
· Mematuhi aturan
Setiap ber-usaha pasti ada peraturan peraturan baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Untuk menjadi seorang pengusaha yang akan disegani oleh masyarakat maka patuhilah aturan yang ada jangan sampai melanggar hanya untuk kepentingan usahanya sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)






