Jumat, 22 Januari 2021

UAS MANAJEMEN PEMASARAN

1. Strategi pemasaran yang akan dilakukan

a. Segmentasi -->  ( Segmentasi pemasaran yang ditujukan oleh perusahaan saya adalah daerah daerah tersebut. Mitra kerja perusahaan saya sebagai penyedia bahan baku beras merah ialah dengan petani daerah sekitar. Sehingga sumber pasokan beras merah dari petani dan di jual ke beberapa kota luar provinsi yang membutuhkan beras merah. 

Segmentasi untuk Beras merah mentah yang diincar ialah daerah jawa barat, sumatera, jawa timur, dan Sulawesi selatan .

b. Targeting -->  Target dari beras merah mentah jika ditinjau secara umum rata-rata adalah bayi pada produk sun (Bubur sun). Namun untuk beras merah mentah adalah ibu-ibu rumah tangga. Jika dikaitkan dengan pola konsumsi target pasar bisa pada kalangan menengah keatas dikarenakan harganya jauh lebih mahal daripada beras biasa.

Perhitungan Target Omzet :

Diketahui target omzet pada bulan Januari sebesar 1.000.000.000. Omset didapat dengan cara mengalikan harga dan jumlah produk yang terjual .

Omze t= Harga produk × jumlah produk

Sementara yang diketahui ialah target omsetnya

1.000.000.000 = Harga produk× jumlah produk

Maka dari itu perlu dihitung dengan harga produk dari perusahaan tersebut dengan kapasitas jumlah produknya yang nantinya terjual.

Harga beras merah jauh lebih tinggi daripada harga beras biasa, yaitu harga 1 kg sebesar= 25.000


Target penjualan selama 1 hari:

Dalam sehari target omset sebesar 34.000.000

Dengan penjualan sebanyak 1400kg

Sehingga: omset= 25.000×1400= 35.000.000 (dalam sehari)


Target penjualan selama 1 bulan

Omset= 35.000.000×30= 1.050.000.000

Sehingga diperoleh capaian omzet yang sudah ditentukan diawal sebesar 1000.000.000, hanya saja lebih 50.000 dari target omset yang ditentukan.

Maka strategi yang dipakai oleh perusahaan adalah:

1. Menargetkan penjualan selama 1 hari sebanyak 1400 kg

2. Mengupayakan selama satu hari penuh target omset mencapai 35.000.000

3. Memperbanyak jaringan komunikasi atau chanenel pemasaran dengan perusahaan lain agar produk beras merah laris

4. Menggunakan variasi harga diatatas 25.000 semisal membuat kemasan dengan harga 1 kg sebesar 30.000 namun kualitasnya baik akan menunjang cepat tercapainya target omset.


c. Positioning

- Mempunyai kelebihan dari segi diskon harga,

- Menonjolkan dari segi kesehatan sehingga memiliki daya saing yang tinggi

- Menciptakan citra keunggulan dibidang kesehatan

- Lebih unggul dan berkhasiat bagi tubuh daripada beras biasa

-Mengangkat citra produk dari iklan yang memanfaatkan kesehatan

- Unggul dari bidang pengiklanan dengan menggunkan pemateri talkshow dengan doktor terkenal yang ahli bidang kesehatan.

2. BAURAN PEMASARAN DARI PRODUK BERAS MERAH ORGANIK AGAR MENCAPAI TARGET SASARAN 

Bauran pemasaran dari produk beras merah agar tercapai omsetnya

a. Bauran produk

- Membuat desan kemasan dengan memberikan gambar beras merah pada kemasan

- Membuat kemasan dalam bentuk 1kg, 5kg, dan 10kg bahkan 25kg.

- Membuat IUP dan mencantumkan pada kemasan

- Menjelaskan detail produk pada kemasan yang meliputi label

- Menciptakan merk yang mudah diingat atau berhubungan dengan kesehatan, jika berkaitan dengan kesehatan rata-rata pembeli akan memberi produk beras merah tersebut dengan harga berapapun

b. Bauran lokasi

- Memperkirakan tingkat kepadatan penduduk pada segmentasi pasar

- Jumlah pendapatan masyarakat pada segmentasi dan target pemasaran

- Memperkirakan lokasi dengan pesaing yang sama-sama membangun perusahaan

c. Bauran Harga

- Menstabilkan harga yang artinya harga tidak mencolok atau terlalu tinggi

- Memberikan harga variasi sesui dengan kualitas beras bmerah

- Menyesuaikan harga pasar

d. Buran Promosi

- Public relation usaha yang direncanakan secara terus-menerus

- Membuat promosi diberbagai media seperti majalh, iklan dan sebagainya

- Menggunakan gaya komunikasi yang benar baik promosi melalui media cetak atau langsung, komunikasi harus bersifat edukatif. Contoh: membandingkan keutamaan beras merah dibandingkan beras biasa yang lebih sehat dan aman,

- Memanfaatkan komunikasi produk secara online misal dari Facebook, Twitter, Instagram,majalah dan koran

- Mengadakan pameran/talkshow terkait produk beras merah dengan mengundang pembicara-pembicara dari bidang kesehatan sehingga bisa memicu minat konsumen melalui pentingnya mengonsumsi beras merah. Diiringi dengan acara talkshow juga digelar pameran saat itu juga sambil mempromosikan produk secara langsung

3. CONTOH MEDIA PROMOSI BERUPA GAMBAR



4. ANALISIS DAYA SAING BERAS MERAH ORGANIK DI PASAR ASEAN.

        Daya saing beras merah organik dioasar ASEAN tidak terlalu tinggi, dikalangan ASEAN yang paling dominan adalah beras organik. Berdasarkan data tahun 2011 di ASEAn banyak yang melakukan ekspor beras ke berbagai negara. Namun meskipun banyak kegiatan ekspor target pasar dan tipe beras yang di ekspor berbeda. Hal ini bisa dilihat ketika Thailand melakukan ekspor beras dengan jenis beras yang telah digiling (40%), beras setengah masak 30% , beras aromatik 22%, beras merah 2% , beras ketan 2% dan beras pecah 2%. Dilihat dari data ekspor beras Thailand, jenis ekspor yg dikeluarkan oleh Thailand terutama pada beras merah sangat minim yaitu 2%. Hal ini berpeluang bagi Indonesia untuk menyaingi atau mengambil pangsa pasarnya. Indonesia yang lahannnya berpotensi untuk ditanami beras merah akan membandingkan antara kualitas beras merah impor dengan kualitas beras merah lokal. Berikut strategi yang perlu dipakai:

1. Perusahaan melakukan impor beras merah dengan tujuan mengetahui perbedaan dan kualitas beras merah antara Indonesia dan luar negeri

2. Membuat 2 brand nama/merk berbeda antara beras merah loka dan impor

3. Menganalisis kepuasan konsumen anayar 2 jenis beras merah lokal dan impor, sehingga kety diketahui bisa dimanfaatkan peluang yang ada sebagai fokus sasaran pasar di Indonesia.

Jumat, 15 Januari 2021

Potensi dan Peluang Ekspor

 Potensi dan Peluang Ekspor



Konsep keunggulan kompetitif dari produk meliputi harga, kualitas, kemasan serta biaya produksi


Penetapan harga kompetitif menawarkan sejumlah keuntungan. 


Pertama, proses lebih mudah dan lebih cepat untuk dilakukan. Perusahaan mungkin hanya perlu mengamati harga beberapa pemain sebagai referensi penetapan harga. Perusahaan tidak memerlukan data pasar yang seakurat penetapan harga berbasis permintaan atau nilai pelanggan. Kedua, itu mengurangi kerentanan terhadap penolakan pemangku kepentingan di saluran distribusi. Distributor biasanya juga lebih menerima produk perusahaan. Mereka mengekspektasikan harganya akan berada di kisaran produk pesaing, yang mana telah mereka tangani selama ini. Ketiga, perusahaan lebih fleksibel ketika menetapkan harga. Perusahaan dapat memilih untuk menandai harga mereka di atas, di bawah, atau setara dengan harga pesaing mereka. Perusahaan hanya perlu menjawab, mengapa harga lebih rendah, sama atau lebih tinggi daripada pesaing. Misalnya, memutuskan harga lebih tinggi, perusahaan perlu mencari justifikasi untuk itu, apakah dengan menambahkan fitur atau menyediakan layanan purna jual. 


Penetapan harga berbasis pesaing juga mengandung kelemahan. 


Pertama, strategi tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. Kondisi persaingan dan pasar adalah dinamis. Katakanlah, perusahaan tidak kompetitif dan mengganti fokus pemasaran ke segmen yang berbeda. Itu pada akhirnya akan mengubah kebijakan harga sepenuhnya. Kedua, perusahaan mengambil titik referensi yang salah. Dalam kasus ekstrim, perusahaan mengambil rata-rata harga pesaing jauh alih-alih pesaing terdekat. Akhirnya, penetapan harga tidak relevan dan mungkin membuat perusahaan tidak kompetitif. Ketiga, harga dan atribut produk bukanlah alasan satu-satunya alasan mengapa konsumen membeli produk pesaing. Ketika perusahaan mengambil harga lebih rendah, konsumen mungkin enggan membeli produknya. Mereka mempersepsikan harga rendah dengan kualitas buruk. 


Ciri-ciri pasar potensial menurut permintaan dan penawaran


Dalam permintaan, ada beberapa faktor yang memengaruhi, termasuk harga barang, pendapatan konsumen, selera masyarakat, harga barang lain, jumlah penduduk, dan ramalan masa depan atau masa yang akan datang. Permintaan berdasarkan daya belinya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, permintaan efektif (permintaan yang disertai daya beli, kemampuan membeli dan tindakan pembelian), permintaan potensial (permintaan yang disertai daya beli, kemampuan membeli tetapi belum melakukan pembelian), dan permintaan absolut (permintaan tanpa disertai dengan daya beli dan kemampuan membeli). Tak jauh berbeda dengan permintaan yang dipengaruhi oleh hal-hal seperti harga barang dan selera masyarakat, penawaran juga demikian. Hanya saja, berbanding terbalik jika diurutkan. Penawaran dipengaruhi oleh harga barang serta harga barang lain terlebih dahulu, setelah itu diikuti biaya produksi, tingkat teknologi, tujuan perusahaan, dan baru selera masyarakat.


Ciri-ciri dan teknis dalam menentukan ceruk pasar


1.   Kualitas produk akhir tidak tergantung pada elastisitas harga permintaan, namun pada kebutuhan spesifik dari ceruk pasar yang ingin disasar oleh produk tersebut, pada kasus tertentu, kebutuhan spesifik tersebut dapat berupa gengsi, kemudahan penggunaan, murahnya harga, mahalnya harga, produk tidak berbahaya bagi lingkungan, dan bahkan status sosial yang ditimbulkan dari penggunaan produk tersebut. Semakin kompleks dan spesifik kebutuhan dari ceruk pasar yang ingin disasar, maka penyedia juga harus makin meningkatkan kapabilitasnya.


2.   Pada setiap pasar memiliki merek untuk membedakan diri mereka sendiri, tampil sebagai otoritas yang unik, dan beresonansi lebih dalam dengan sekelompok pelanggan yang berbeda.


3. Tidak harus berhadapan dengan banyak kompetitor. Namun ini bukan berarti Anda akan mendapatkan keuntungan dengan mudah, semakin tersegmentasi sasaran pasar Anda, semakin kompetitif persaingan yang akan terjadi.


Ciri-ciri produk yang marketable untuk ekspor


1.      Barang mudah diganti dengan tidak mengubah kualitas 


2.      Barang dapat diperjual belikan dalam jumlah besar 


3.      Persediaan barang cukup dan pengadaannya secara berkala 


4.      Barang sudah ditetapkan dengan keputusan menteri


5.      Barang di butuhkan oleh seluruh kalangan

Kamis, 07 Januari 2021

Bauran Promosi

 Konsep Inti Promosi



Promosi 

merupakan salah satu jenis komunikasi yang sering dipakai oleh 

pemasar. Sebagai salah satu elemen bauran promosi, promosi penjualan merupakan unsur penting dalam kegiatan promosi produk. Dengan kata lain, pemasar menggunakan promosi ini untuk mempengaruhi calon pembelinya untuk membeli barang atau jasa yang mereka tawarkan. Informasi promosi ini dapat berupa verbal maupun visual.



2. Sarana Promosi

a. Pameran Dagang


Sebuah pameran dagang adalah sebuah pameran yang diadakan sehingga perusahaan dari industri tertentu dapat memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan terbaru mereka, mempelajari aktivitas pesaing dan mengikuti tren dan kesempatan baru. Sejumlah pameran dagang terbuka untuk umum, sementara lainnya hanya dapat dihadiri oleh perwakilan perusahaan (anggota dagang) dan anggota pers, sehingga pameran dagang tersebut dikelompokkkan sebagai "Umum" atau "Dagang Saja".


b. In House Promotion


Merupakan Kegiatan promosi yang dilakukan secara internal dalam suatu perusahaan.


c. Periklanan (advertising)

Periklanan berarti mengiklankan produk, layanan atau perusahaan dengan bantuan media tertentu seperti Koran, majalah, televisi, radio, papan iklan atau media sosial. Periklanan ini membantu dalam menyebarkan kesadaran tentang perusahaan ataupun produk dan layanan tertentu. Iklan dikomunikasikan melalui berbagai media massa seperti media tradisional seperti brosur, koran, majalah, televisi, radio, iklan ruangan luar ataupun ruangan dalam serta surat yang ditujukan pada calon pembeli.


d. Public Realtion


Hubungan masyarakat atau Public Relation adalah praktik mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi (seperti bisnis, lembaga pemerintah atau organisasi nirlaba) dan publik. Kampanye Hubungan masyarakat yang sukses dapat benar-benar bermanfaat bagi merek suatu organisasi karena dapat membangun citra positif sebuah perusahaan atau merek.


e. Familiarisation


Merupakan kegiatan promosi untuk mengenalkan keunggulan yang dimiliki oleh produk.


f. Signage,


merupakan salah satu sarana iklan yang lama dan secara efektif untuk menyampaikan informasi kepada penonton. 



g. Tampilan (display)


Merupakan penataan produk barang yang diterapkan perusahaan tertentu dengan tujuan menarik minat konsumen. Display yang menarik juga bertujuan untuk menarik minat konsumen agar membeli produk.


3. Pemilihan Media Iklan

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memilih media agar iklan berjalan efektif antaralain :


a. Tentukan Budget


Iklan atau promosi pasti membutuhkan budget tertentu untuk mengiklankan produk kepada konsumen. Disini tergantung budget Anda karena setiap jenis media memiliki harga yang berbeda-beda.


b. Tentukan Segmen Pasar


Hal yang masih berkaitan dengan budget atau dana adalah mengetahui segmen pasar. Ini penting bahkan sangat urgent. Anda tidak bisa melakukan sebuah iklan produk tertentu tanpa mengetahui target atau segmen pasarnya. 


c. Materi iklan


Dalam hal ini berhubungan dengan media apa yang akan digunakan. Jika materi iklan hanya sebatas text atau tulisan, maka bisa dengan media cetak baik offline maupun online.


d. Media online atau offline atau keduanya, media online atau offline bisa jadi sangat efektif tergantung dari pasar yang ingin diraih.


e. Jasa advertisement


Dalam memilih jenis media yang tepat dan efektif, ada baiknya bekerjasama dengan pihak perusahaan advertisement atau iklan.


4. Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk promosi

a.  Jenis pasar produk.


Tingkat pemanfaatan alat promosi bervariasi antara pasar konsumen dan pasar industri. Pada perusahaan barang konsumsi akan lebih memusatkan pada promosi penjualan, periklanan, penjualan perorangan dan hubungan masyarakat, sesuai dengan urutannya. Sedangkan perusahaan industri akan lebih memusatkan pada penjualan perorangan, promosi penjualan, periklanan dan hubungan masyarakat.


b. Strategi dorong lawan strategi tarik.


Bauran promosi sangat dipengaruhi oleh apakah perusahaan memilih strategi dorong atau strategi menarik untuk menciptakan penjualan. Pada strategi dorong, penjualan perorangan dan promosi penjualan yang lebih diperhatikan sedang pada strategi tarik, periklanan dan promosi kepada konsumen akan lebih berperan.


c. Dana yang tersedia untuk promosi 



Jumlah dana yang tersedia merupakan faktor penting untuk mempengaruhi promosi. Perusahaan yang memiliki dana lebih besar, kegiatannya akan lebih efektif dibandingkan dengan perusahaan hanya membayar sumber dana yang lebih terbatas.


5. Strategi Promosi dengan melihat Siklus Hidup Produk

Dalam strategi Promosi siklus hidup terdapat 4 yaitu :


1.  Strategi Pemasaran Tahap Perkenalan


Dalam meluncurkan produk baru, manajemen pemasaran dapat membentuk suatu tingkat tinggi atau rendah bagi setiap variabel pemasaran, seperti harga, promosi, distribusi, dan mutu produk. Terdapa empat strategi  yaitu:


a) Strategi peluncuran cepat (rapid skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi tinggi. Strategi ini dapat diterima dengan asumsi sebagian besar pasar potensial tidak menyadari produk itu, harga yang diminta, perusahaan menghadapi persaingan potensial dan untuk membangun preferensi merk.


b) Strategi peluncuran lambat (slow skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Strategi ini bila ukuran pasar terbatas, sebagian besar sadar tentang produk itu, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.


c) Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi besar. Strategi ini cocok digunakan jika pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, terdapat persaingan potensial yang kuat, biaya produksi menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman.



d)  Strategi penetrasi lambat (slow-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi rendah. Strategi ini bila pasar besar, mempunyai kesadaran yang tinggi tentang harga,dan terdapat beberapa persaingan potensial.


2. Strategi Pemasaran Tahap Pertumbuhan


Tahap ini ditandai dengan adanya peningkatan penjualan. Konsumen awal merasa senang dan konsumen berikutnya mulai membeli. Pesaing baru mulai memasuki pasar, harga bertahan atau sedikit turun, dan laba meningkat.  Beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar selama mungkin:


a). Meningkatkan kualitas produk, menambah ciri-ciri atau fitur-fitur produk, serta memperbaiki modelnya.


b). Menambah model baru dan produk penyerta (misal: produk dengan ukuran berbeda, rasa, dan sebagainya untuk melindungi produk utama).


c). Memasuki segmen pasar baru.



d).Meningkatkan cakupan dan memasuki saluran distribusi baru.


3. Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan


Pada suatu titik, tingkat pertumbuhan penjualan produk akan menurun dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup.


4. 4. Strategi Pemasaran Tahap Penurunan


Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, danmeningkatnya persaingan. Mempertahankan produk adalah beban bagi perusahaan maupun karyawan. Strategi bertahan dalam tahap penurunan yang tersedia untuk perusahaan yaitu:


a). Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar.


b). Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.


c). Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan.


d). Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.


e). Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya.


d. Public Realtion


Hubungan masyarakat atau Public Relation adalah praktik mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi (seperti bisnis, lembaga pemerintah atau organisasi nirlaba) dan publik. Kampanye Hubungan masyarakat yang sukses dapat benar-benar bermanfaat bagi merek suatu organisasi karena dapat membangun citra positif sebuah perusahaan atau merek.


e. Familiarisation


Merupakan kegiatan promosi untuk mengenalkan keunggulan yang dimiliki oleh produk.


f. Signage,


merupakan salah satu sarana iklan yang lama dan secara efektif untuk menyampaikan informasi kepada penonton. 



g. Tampilan (display)


Merupakan penataan produk barang yang diterapkan perusahaan tertentu dengan tujuan menarik minat konsumen. Display yang menarik juga bertujuan untuk menarik minat konsumen agar membeli produk.


3. Pemilihan Media Iklan

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memilih media agar iklan berjalan efektif antaralain :


a. Tentukan Budget


Iklan atau promosi pasti membutuhkan budget tertentu untuk mengiklankan produk kepada konsumen. Disini tergantung budget Anda karena setiap jenis media memiliki harga yang berbeda-beda.


b. Tentukan Segmen Pasar


Hal yang masih berkaitan dengan budget atau dana adalah mengetahui segmen pasar. Ini penting bahkan sangat urgent. Anda tidak bisa melakukan sebuah iklan produk tertentu tanpa mengetahui target atau segmen pasarnya. 


c. Materi iklan


Dalam hal ini berhubungan dengan media apa yang akan digunakan. Jika materi iklan hanya sebatas text atau tulisan, maka bisa dengan media cetak baik offline maupun online.


d. Media online atau offline atau keduanya, media online atau offline bisa jadi sangat efektif tergantung dari pasar yang ingin diraih.


e. Jasa advertisement


Dalam memilih jenis media yang tepat dan efektif, ada baiknya bekerjasama dengan pihak perusahaan advertisement atau iklan.


4. Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk promosi

a.  Jenis pasar produk.


Tingkat pemanfaatan alat promosi bervariasi antara pasar konsumen dan pasar industri. Pada perusahaan barang konsumsi akan lebih memusatkan pada promosi penjualan, periklanan, penjualan perorangan dan hubungan masyarakat, sesuai dengan urutannya. Sedangkan perusahaan industri akan lebih memusatkan pada penjualan perorangan, promosi penjualan, periklanan dan hubungan masyarakat.


b. Strategi dorong lawan strategi tarik.


Bauran promosi sangat dipengaruhi oleh apakah perusahaan memilih strategi dorong atau strategi menarik untuk menciptakan penjualan. Pada strategi dorong, penjualan perorangan dan promosi penjualan yang lebih diperhatikan sedang pada strategi tarik, periklanan dan promosi kepada konsumen akan lebih berperan.


c. Dana yang tersedia untuk promosi 



Jumlah dana yang tersedia merupakan faktor penting untuk mempengaruhi promosi. Perusahaan yang memiliki dana lebih besar, kegiatannya akan lebih efektif dibandingkan dengan perusahaan hanya membayar sumber dana yang lebih terbatas.


5. Strategi Promosi dengan melihat Siklus Hidup Produk

Dalam strategi Promosi siklus hidup terdapat 4 yaitu :


1.  Strategi Pemasaran Tahap Perkenalan


Dalam meluncurkan produk baru, manajemen pemasaran dapat membentuk suatu tingkat tinggi atau rendah bagi setiap variabel pemasaran, seperti harga, promosi, distribusi, dan mutu produk. Terdapa empat strategi  yaitu:


a) Strategi peluncuran cepat (rapid skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi tinggi. Strategi ini dapat diterima dengan asumsi sebagian besar pasar potensial tidak menyadari produk itu, harga yang diminta, perusahaan menghadapi persaingan potensial dan untuk membangun preferensi merk.


b) Strategi peluncuran lambat (slow skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Strategi ini bila ukuran pasar terbatas, sebagian besar sadar tentang produk itu, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.


c) Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi besar. Strategi ini cocok digunakan jika pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, terdapat persaingan potensial yang kuat, biaya produksi menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman.



d)  Strategi penetrasi lambat (slow-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi rendah. Strategi ini bila pasar besar, mempunyai kesadaran yang tinggi tentang harga,dan terdapat beberapa persaingan potensial.


2. Strategi Pemasaran Tahap Pertumbuhan


Tahap ini ditandai dengan adanya peningkatan penjualan. Konsumen awal merasa senang dan konsumen berikutnya mulai membeli. Pesaing baru mulai memasuki pasar, harga bertahan atau sedikit turun, dan laba meningkat.  Beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar selama mungkin:


a). Meningkatkan kualitas produk, menambah ciri-ciri atau fitur-fitur produk, serta memperbaiki modelnya.


b). Menambah model baru dan produk penyerta (misal: produk dengan ukuran berbeda, rasa, dan sebagainya untuk melindungi produk utama).


c). Memasuki segmen pasar baru.



d).Meningkatkan cakupan dan memasuki saluran distribusi baru.


3. Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan


Pada suatu titik, tingkat pertumbuhan penjualan produk akan menurun dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup.


4. 4. Strategi Pemasaran Tahap Penurunan


Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, danmeningkatnya persaingan. Mempertahankan produk adalah beban bagi perusahaan maupun karyawan. Strategi bertahan dalam tahap penurunan yang tersedia untuk perusahaan yaitu:


a). Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar.


b). Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.


c). Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan.


d). Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.


e). Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya