Sabtu, 05 Oktober 2019

Rancang Usahamu #Part 7


Rancang Usahamu
#Part 7

Membuat rencana usahamu
Setelah memahami berbagai hal yang diperlukan untuk memulai sebuah usaha kini saatnya membuat rencana usaha. Berikut adalah cara menyusun rencana usaha
1.    Informasi dasar
Berisi tentang nama usaha, jenis usaha, deskripsi singkat usaha
2.    Produk usaha
Bagian ini berisi penjelasan mengenai produk usaha yang akan dijual yaitu, produk, keunggulan produk, perbandingan produk yang kan ditawarkan dengan produk pesaing, dan kemana pendistribusian produk akan dilakukan.
3.    Kegiata utama (key activities)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan utama apa saja akan dilakukan dalam usaha-mu dan pelaksana tugas.
4.    Sumber daya utama (key resource)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai sumber daya apa saja yang dibtuhkan dalam keseluruhan proses usaha berupa alat, bahan, maupun tenaga kerja yang dilibatkan dalam proses usaha.
5.    Target konsumen
Bagian ini berisi penjelasan mengenai siapa saja calon konsumen yang akan menjadi target pemasaran usaha yang akan dilakukan
6.    Strategi pemasaran
Bagian ini berisi penjelasan mengenai cara memasarkan produk agar dapat diketahui oleh konsumen serta mampu menarik hati konsumen untuk membeli.
7.    Rencana keuangan
 Bagian ini berisi penjelasan mengenai hal-hal apa saja yang akan dikeluarkan untuk keberlangsungan usaha, beserta perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Komponen ini meliputi bagian produksi, pemasaran, operasional, distribusi dan semua proses usaha.  

Rancang Keuangan Usahamu #Part 6


Rancang Keuangan Usahamu
#Part 6

A.   Keuangan pribadi dan keuangan usaha
               Ada salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh para pengusaha yang baru merintis usahanya tersebut dimana keuangan pribadi dan keuangan usahanya tidak dipisahkan, dengan alasan uang yang sering digunakan untuk usahanya tersebut adalah uang pribadi juga padahal hal ini jelas jelas salah jika dilakukan. Ada beberapa cara membuat keuangan pribadi dan keuangan usaha menjadi sehat dan seimbang, yaitu;
1.    Pisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha
Biasakan memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha meskipun usaha yang baru dirintis terbilang kecil karena akan membuat terbiasa sedari ini sampai usaha yang dijalankan akan berkembang dan besar.
2.    Tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk usaha
Setelah memisahkan uang pribadi dan usaha selanjutnya yaitu menentukan jumlah uang yang akan digunakan usaha dengan tujuan kas usaha tidak berantakan.
3.    Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
Catatlah semua uang yang keluar dan masuk didalam sebuah pembukuan. Adanya pembukuan bertujuan untuk mengontrol jumlah uang yang eluar dan uang yang masuk
4.    Kurangi resiko dengan cara menghutang
Hutang memang boleh digunakan untuk membantu usaha yang akan dijalankan tetapi kita harus melihat keuangan usaha, jika dalam keadaan yang tidak baik maka hutaang sangat tidak dianjurkan.
5.    Gaji diri sendiri
Meskipun usaha sendiri dan yang menjalankan diri sendiri pula tidak sepatutnya merasa bebas dalam mengambil uang usaha maka dari itu perlu adanya gaji untuk diri sendiri untuk menghindari dari adanya pengambilan uang usaha.

B.   Mengelola keuangan usaha
Pengelolaan keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di dalam usaha. Pengelolaan keuangan yang baik akan membuat usaha berjalan dengan baik. Sebaliknya, pengelolaa keuangan yang buruk akan memperburuk perkembangan usaha, bahkan berdampak pada kehidupan pribadi. Pengelolaan keuangan salah satunya dapat dilakukan dengan penatatan keuangan.
C.   Pencatatan keuangan
Pencatatan keuangan adalah kegiatan mencatat segala transaksi keuangan yang dilakukan oleh perusahaan. Pencatatan dilkukan agar pengusaha dapat mengontrol pengeluaran yang dilakukan memang dibutuhkan atau tidak.



Pemasaran #Part5


                                                                  Pemasaran
#Part5


A.   Mengembangkan strategi pemasran yang efektif
- Pemasaran yaitu kegiatan dimana seorang produsen menjual hasil barang dan jasanya kepada konsumen. Untuk menghasilkan pemasaran yang efektif perlu adanya strategi dakam pemasaran dengan tujuan para konsumen tertarik dengan barang kita, strategi pemasaran juga banyak memiliki manfaat diantaranya merencanakan produk dan membuat produk yang benar benar dibutuhkan oleh konsumen menentukan harga jual yang tepat, mempromosikan produk dengan cara dan saluran media yang tepat
- bauran pemasaran( marketing mix) bauran pemasaran juga dikenal dengan istilah 4p, yaitu product,price, place, dan promosi. Tetapi sebelum melaksanakan 4p diatas ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan yaitu, customer solution, customer cost, convinirnce, communication.
B.   Anggaran pemasaran
Setelah menentukan strategi pemasaran,selanjutnya yaitu anggaran pemasaran yang artinya hanya mencakup biaya yang akan digunakan dalam pemasaran tidak termasuk biaya produksi dan lain-lainnya. Anggaran pemasaran dapat bervariasi dari bulan ke bulan biasanya tergantung pada situasi dan kondisi usaha dan konsumen.




Produksi dan Proyeksi Keuangan #Part 4


Produksi dan Proyeksi Keuangan
#Part 4



             Produksi adalah suatu kegiatan memanfaatkan sumber daya hayati untuk menghasilkan suatu barang dan menambah nilai guna sumber daya tersebut yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebelum melakukan produksi perlu memprsiapkan segala kebutuhan dan keperluan seperti peralatan dan perhitungan biaya supaya berjalan dengan sebagaiman semestinya. Hal-hal rinci yang perlu diperhatikan diantaranya sebagai berikut:
A.   Sumber daya utama, modal awal dan alur produksi
             Dalam memproduksi suatu barang atau jasa, mengetahui sumber daya utama dan alur proses produksi merupakan hal yang penting dalam memulai sebuah usaha sumber daya utama dibagi menjadi dua, yaitu peralatan-peralatan yang digunakan untuk mendukung terciptanya sesuatu produk dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses produksi.
1.    Peralatan-peraatan yang digunakan
         Suatu produk tidak akan tercipta bila tidak menggunakan peralatan karena peralatan merupakan hal penting dalam proses produksi, sebaiknya perlu menyesuaikan dan mengetahui terlebih dahulu peralatan yang akan digunakan dalam proses produksi agar tidak terjadi kesalahan dan juga pastikan peralatan yang digunakan yaitu bersih,kondisi baik dan layak dipakai serta tidak menyebabkan kecelakaan nantinya.
2.    Memahami alur proses produksi dengan baik
       Memahami alur proses  produksi dilakukan dengan tujuan untuk memastikan hasil produksi nantinya memilki kualitas yang baik. Dengan memastikan alur proses produksi membantu seorang pengusaha untuk memastikan bahwa proses produksi sudah dilakukan dengan benar dari awal hingga akhir tidak ada tahapan yang terlewat.
B.   Biaya produksi
              Biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan atau dihabiskan untuk membuat sutu produk, biaya produksi bersifat variabel karena jumlahnya tidak tetap tegantung dengan jumlah produksi yang mau dihasilkan nantinya. Dalam menghitung biaya produksi ada 3 hal yang harus diperhatikan yaitu:
1.    Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL)
Bahan baku yang digunakan dalam produksi yang tidak bisa digantikan oleh bahan yang lainnya.
2.    Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
Biaya untuk membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk.
3.    Biaya Pendukung
Semua biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya  bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya yang dimaksud disini sebagai pelengkap atau pendukung saja.
C.   Menetapkan harga jual
            Dalam menetapkan harga jual yang harus diperhatikan yaitu harga jual harus lebih besar dari harga pokok penjualan produk agar tidak rugi. Dalam menetapkanharga  yang biasa menjadi acuan yaitu harga pasar dan juga harga pesaing.
D.   Perkiraan perhitungan biaya operasional
            Biaya operasional termasuk biaya yang tetap, berbeda dengan biaya produksi yang biayanya relatif berubah. Mengapa dikatakan tetapkarena setiap bulannya biaya yang dilakukan relatif hampir sama. Yang termasuk biaya operasional yaitu seperti biaya listrik, biaya telepon dan juga biaya sewa gedung.
E.   Perhitungan untuk menutup biaya operasional
          Dalam perhitungan biaya operasional ada istilah yang digunakan yaitu BEP, yang artinya break event point dimana kondisi pengusaha tidak mengalami kerugian tapi juga belum mendapat keuntungan. BEP perlu diperhatikan karena dapat mencegah seorang pengusaha mengalami kerugian. Rumus yang digunakan yaitu BEP unit= total biaya operasional:laba kotor per unit
F.    Perhitungan balik modal
            Perhitungan balik modal dilakukan agar pengusaha dapat mengetahui kapan modal seorang pengusaha tersebut bisa kembali supaya dapat merencanakan pengembangan usahanya tesebut. Rumus yang digunakan yaitu Balik Modal= total biaya mulai: laba kotor per unit
G.   Target produksi, penjualan, dan perkiraan laba kotor
             Dalam memulai usaha hendaknya seorang pengusaha mempunyai target produksi dan penjualan agar semangat dan terarah dalam menjalankan usahanya. Rumus yang digunakan sama dengan rumus balk modal sebelumnya dan dari laba bersi juga bisa, Balik modal (bulan)= total modal awal: laba bersih rata-rata perbulan. Dari rumus tersebut dapat dilihat bahwa usaha tersebut akan balik modal dibulan keberapa.