Jumat, 22 Januari 2021

UAS MANAJEMEN PEMASARAN

1. Strategi pemasaran yang akan dilakukan

a. Segmentasi -->  ( Segmentasi pemasaran yang ditujukan oleh perusahaan saya adalah daerah daerah tersebut. Mitra kerja perusahaan saya sebagai penyedia bahan baku beras merah ialah dengan petani daerah sekitar. Sehingga sumber pasokan beras merah dari petani dan di jual ke beberapa kota luar provinsi yang membutuhkan beras merah. 

Segmentasi untuk Beras merah mentah yang diincar ialah daerah jawa barat, sumatera, jawa timur, dan Sulawesi selatan .

b. Targeting -->  Target dari beras merah mentah jika ditinjau secara umum rata-rata adalah bayi pada produk sun (Bubur sun). Namun untuk beras merah mentah adalah ibu-ibu rumah tangga. Jika dikaitkan dengan pola konsumsi target pasar bisa pada kalangan menengah keatas dikarenakan harganya jauh lebih mahal daripada beras biasa.

Perhitungan Target Omzet :

Diketahui target omzet pada bulan Januari sebesar 1.000.000.000. Omset didapat dengan cara mengalikan harga dan jumlah produk yang terjual .

Omze t= Harga produk × jumlah produk

Sementara yang diketahui ialah target omsetnya

1.000.000.000 = Harga produk× jumlah produk

Maka dari itu perlu dihitung dengan harga produk dari perusahaan tersebut dengan kapasitas jumlah produknya yang nantinya terjual.

Harga beras merah jauh lebih tinggi daripada harga beras biasa, yaitu harga 1 kg sebesar= 25.000


Target penjualan selama 1 hari:

Dalam sehari target omset sebesar 34.000.000

Dengan penjualan sebanyak 1400kg

Sehingga: omset= 25.000×1400= 35.000.000 (dalam sehari)


Target penjualan selama 1 bulan

Omset= 35.000.000×30= 1.050.000.000

Sehingga diperoleh capaian omzet yang sudah ditentukan diawal sebesar 1000.000.000, hanya saja lebih 50.000 dari target omset yang ditentukan.

Maka strategi yang dipakai oleh perusahaan adalah:

1. Menargetkan penjualan selama 1 hari sebanyak 1400 kg

2. Mengupayakan selama satu hari penuh target omset mencapai 35.000.000

3. Memperbanyak jaringan komunikasi atau chanenel pemasaran dengan perusahaan lain agar produk beras merah laris

4. Menggunakan variasi harga diatatas 25.000 semisal membuat kemasan dengan harga 1 kg sebesar 30.000 namun kualitasnya baik akan menunjang cepat tercapainya target omset.


c. Positioning

- Mempunyai kelebihan dari segi diskon harga,

- Menonjolkan dari segi kesehatan sehingga memiliki daya saing yang tinggi

- Menciptakan citra keunggulan dibidang kesehatan

- Lebih unggul dan berkhasiat bagi tubuh daripada beras biasa

-Mengangkat citra produk dari iklan yang memanfaatkan kesehatan

- Unggul dari bidang pengiklanan dengan menggunkan pemateri talkshow dengan doktor terkenal yang ahli bidang kesehatan.

2. BAURAN PEMASARAN DARI PRODUK BERAS MERAH ORGANIK AGAR MENCAPAI TARGET SASARAN 

Bauran pemasaran dari produk beras merah agar tercapai omsetnya

a. Bauran produk

- Membuat desan kemasan dengan memberikan gambar beras merah pada kemasan

- Membuat kemasan dalam bentuk 1kg, 5kg, dan 10kg bahkan 25kg.

- Membuat IUP dan mencantumkan pada kemasan

- Menjelaskan detail produk pada kemasan yang meliputi label

- Menciptakan merk yang mudah diingat atau berhubungan dengan kesehatan, jika berkaitan dengan kesehatan rata-rata pembeli akan memberi produk beras merah tersebut dengan harga berapapun

b. Bauran lokasi

- Memperkirakan tingkat kepadatan penduduk pada segmentasi pasar

- Jumlah pendapatan masyarakat pada segmentasi dan target pemasaran

- Memperkirakan lokasi dengan pesaing yang sama-sama membangun perusahaan

c. Bauran Harga

- Menstabilkan harga yang artinya harga tidak mencolok atau terlalu tinggi

- Memberikan harga variasi sesui dengan kualitas beras bmerah

- Menyesuaikan harga pasar

d. Buran Promosi

- Public relation usaha yang direncanakan secara terus-menerus

- Membuat promosi diberbagai media seperti majalh, iklan dan sebagainya

- Menggunakan gaya komunikasi yang benar baik promosi melalui media cetak atau langsung, komunikasi harus bersifat edukatif. Contoh: membandingkan keutamaan beras merah dibandingkan beras biasa yang lebih sehat dan aman,

- Memanfaatkan komunikasi produk secara online misal dari Facebook, Twitter, Instagram,majalah dan koran

- Mengadakan pameran/talkshow terkait produk beras merah dengan mengundang pembicara-pembicara dari bidang kesehatan sehingga bisa memicu minat konsumen melalui pentingnya mengonsumsi beras merah. Diiringi dengan acara talkshow juga digelar pameran saat itu juga sambil mempromosikan produk secara langsung

3. CONTOH MEDIA PROMOSI BERUPA GAMBAR



4. ANALISIS DAYA SAING BERAS MERAH ORGANIK DI PASAR ASEAN.

        Daya saing beras merah organik dioasar ASEAN tidak terlalu tinggi, dikalangan ASEAN yang paling dominan adalah beras organik. Berdasarkan data tahun 2011 di ASEAn banyak yang melakukan ekspor beras ke berbagai negara. Namun meskipun banyak kegiatan ekspor target pasar dan tipe beras yang di ekspor berbeda. Hal ini bisa dilihat ketika Thailand melakukan ekspor beras dengan jenis beras yang telah digiling (40%), beras setengah masak 30% , beras aromatik 22%, beras merah 2% , beras ketan 2% dan beras pecah 2%. Dilihat dari data ekspor beras Thailand, jenis ekspor yg dikeluarkan oleh Thailand terutama pada beras merah sangat minim yaitu 2%. Hal ini berpeluang bagi Indonesia untuk menyaingi atau mengambil pangsa pasarnya. Indonesia yang lahannnya berpotensi untuk ditanami beras merah akan membandingkan antara kualitas beras merah impor dengan kualitas beras merah lokal. Berikut strategi yang perlu dipakai:

1. Perusahaan melakukan impor beras merah dengan tujuan mengetahui perbedaan dan kualitas beras merah antara Indonesia dan luar negeri

2. Membuat 2 brand nama/merk berbeda antara beras merah loka dan impor

3. Menganalisis kepuasan konsumen anayar 2 jenis beras merah lokal dan impor, sehingga kety diketahui bisa dimanfaatkan peluang yang ada sebagai fokus sasaran pasar di Indonesia.

Jumat, 15 Januari 2021

Potensi dan Peluang Ekspor

 Potensi dan Peluang Ekspor



Konsep keunggulan kompetitif dari produk meliputi harga, kualitas, kemasan serta biaya produksi


Penetapan harga kompetitif menawarkan sejumlah keuntungan. 


Pertama, proses lebih mudah dan lebih cepat untuk dilakukan. Perusahaan mungkin hanya perlu mengamati harga beberapa pemain sebagai referensi penetapan harga. Perusahaan tidak memerlukan data pasar yang seakurat penetapan harga berbasis permintaan atau nilai pelanggan. Kedua, itu mengurangi kerentanan terhadap penolakan pemangku kepentingan di saluran distribusi. Distributor biasanya juga lebih menerima produk perusahaan. Mereka mengekspektasikan harganya akan berada di kisaran produk pesaing, yang mana telah mereka tangani selama ini. Ketiga, perusahaan lebih fleksibel ketika menetapkan harga. Perusahaan dapat memilih untuk menandai harga mereka di atas, di bawah, atau setara dengan harga pesaing mereka. Perusahaan hanya perlu menjawab, mengapa harga lebih rendah, sama atau lebih tinggi daripada pesaing. Misalnya, memutuskan harga lebih tinggi, perusahaan perlu mencari justifikasi untuk itu, apakah dengan menambahkan fitur atau menyediakan layanan purna jual. 


Penetapan harga berbasis pesaing juga mengandung kelemahan. 


Pertama, strategi tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. Kondisi persaingan dan pasar adalah dinamis. Katakanlah, perusahaan tidak kompetitif dan mengganti fokus pemasaran ke segmen yang berbeda. Itu pada akhirnya akan mengubah kebijakan harga sepenuhnya. Kedua, perusahaan mengambil titik referensi yang salah. Dalam kasus ekstrim, perusahaan mengambil rata-rata harga pesaing jauh alih-alih pesaing terdekat. Akhirnya, penetapan harga tidak relevan dan mungkin membuat perusahaan tidak kompetitif. Ketiga, harga dan atribut produk bukanlah alasan satu-satunya alasan mengapa konsumen membeli produk pesaing. Ketika perusahaan mengambil harga lebih rendah, konsumen mungkin enggan membeli produknya. Mereka mempersepsikan harga rendah dengan kualitas buruk. 


Ciri-ciri pasar potensial menurut permintaan dan penawaran


Dalam permintaan, ada beberapa faktor yang memengaruhi, termasuk harga barang, pendapatan konsumen, selera masyarakat, harga barang lain, jumlah penduduk, dan ramalan masa depan atau masa yang akan datang. Permintaan berdasarkan daya belinya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, permintaan efektif (permintaan yang disertai daya beli, kemampuan membeli dan tindakan pembelian), permintaan potensial (permintaan yang disertai daya beli, kemampuan membeli tetapi belum melakukan pembelian), dan permintaan absolut (permintaan tanpa disertai dengan daya beli dan kemampuan membeli). Tak jauh berbeda dengan permintaan yang dipengaruhi oleh hal-hal seperti harga barang dan selera masyarakat, penawaran juga demikian. Hanya saja, berbanding terbalik jika diurutkan. Penawaran dipengaruhi oleh harga barang serta harga barang lain terlebih dahulu, setelah itu diikuti biaya produksi, tingkat teknologi, tujuan perusahaan, dan baru selera masyarakat.


Ciri-ciri dan teknis dalam menentukan ceruk pasar


1.   Kualitas produk akhir tidak tergantung pada elastisitas harga permintaan, namun pada kebutuhan spesifik dari ceruk pasar yang ingin disasar oleh produk tersebut, pada kasus tertentu, kebutuhan spesifik tersebut dapat berupa gengsi, kemudahan penggunaan, murahnya harga, mahalnya harga, produk tidak berbahaya bagi lingkungan, dan bahkan status sosial yang ditimbulkan dari penggunaan produk tersebut. Semakin kompleks dan spesifik kebutuhan dari ceruk pasar yang ingin disasar, maka penyedia juga harus makin meningkatkan kapabilitasnya.


2.   Pada setiap pasar memiliki merek untuk membedakan diri mereka sendiri, tampil sebagai otoritas yang unik, dan beresonansi lebih dalam dengan sekelompok pelanggan yang berbeda.


3. Tidak harus berhadapan dengan banyak kompetitor. Namun ini bukan berarti Anda akan mendapatkan keuntungan dengan mudah, semakin tersegmentasi sasaran pasar Anda, semakin kompetitif persaingan yang akan terjadi.


Ciri-ciri produk yang marketable untuk ekspor


1.      Barang mudah diganti dengan tidak mengubah kualitas 


2.      Barang dapat diperjual belikan dalam jumlah besar 


3.      Persediaan barang cukup dan pengadaannya secara berkala 


4.      Barang sudah ditetapkan dengan keputusan menteri


5.      Barang di butuhkan oleh seluruh kalangan

Kamis, 07 Januari 2021

Bauran Promosi

 Konsep Inti Promosi



Promosi 

merupakan salah satu jenis komunikasi yang sering dipakai oleh 

pemasar. Sebagai salah satu elemen bauran promosi, promosi penjualan merupakan unsur penting dalam kegiatan promosi produk. Dengan kata lain, pemasar menggunakan promosi ini untuk mempengaruhi calon pembelinya untuk membeli barang atau jasa yang mereka tawarkan. Informasi promosi ini dapat berupa verbal maupun visual.



2. Sarana Promosi

a. Pameran Dagang


Sebuah pameran dagang adalah sebuah pameran yang diadakan sehingga perusahaan dari industri tertentu dapat memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan terbaru mereka, mempelajari aktivitas pesaing dan mengikuti tren dan kesempatan baru. Sejumlah pameran dagang terbuka untuk umum, sementara lainnya hanya dapat dihadiri oleh perwakilan perusahaan (anggota dagang) dan anggota pers, sehingga pameran dagang tersebut dikelompokkkan sebagai "Umum" atau "Dagang Saja".


b. In House Promotion


Merupakan Kegiatan promosi yang dilakukan secara internal dalam suatu perusahaan.


c. Periklanan (advertising)

Periklanan berarti mengiklankan produk, layanan atau perusahaan dengan bantuan media tertentu seperti Koran, majalah, televisi, radio, papan iklan atau media sosial. Periklanan ini membantu dalam menyebarkan kesadaran tentang perusahaan ataupun produk dan layanan tertentu. Iklan dikomunikasikan melalui berbagai media massa seperti media tradisional seperti brosur, koran, majalah, televisi, radio, iklan ruangan luar ataupun ruangan dalam serta surat yang ditujukan pada calon pembeli.


d. Public Realtion


Hubungan masyarakat atau Public Relation adalah praktik mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi (seperti bisnis, lembaga pemerintah atau organisasi nirlaba) dan publik. Kampanye Hubungan masyarakat yang sukses dapat benar-benar bermanfaat bagi merek suatu organisasi karena dapat membangun citra positif sebuah perusahaan atau merek.


e. Familiarisation


Merupakan kegiatan promosi untuk mengenalkan keunggulan yang dimiliki oleh produk.


f. Signage,


merupakan salah satu sarana iklan yang lama dan secara efektif untuk menyampaikan informasi kepada penonton. 



g. Tampilan (display)


Merupakan penataan produk barang yang diterapkan perusahaan tertentu dengan tujuan menarik minat konsumen. Display yang menarik juga bertujuan untuk menarik minat konsumen agar membeli produk.


3. Pemilihan Media Iklan

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memilih media agar iklan berjalan efektif antaralain :


a. Tentukan Budget


Iklan atau promosi pasti membutuhkan budget tertentu untuk mengiklankan produk kepada konsumen. Disini tergantung budget Anda karena setiap jenis media memiliki harga yang berbeda-beda.


b. Tentukan Segmen Pasar


Hal yang masih berkaitan dengan budget atau dana adalah mengetahui segmen pasar. Ini penting bahkan sangat urgent. Anda tidak bisa melakukan sebuah iklan produk tertentu tanpa mengetahui target atau segmen pasarnya. 


c. Materi iklan


Dalam hal ini berhubungan dengan media apa yang akan digunakan. Jika materi iklan hanya sebatas text atau tulisan, maka bisa dengan media cetak baik offline maupun online.


d. Media online atau offline atau keduanya, media online atau offline bisa jadi sangat efektif tergantung dari pasar yang ingin diraih.


e. Jasa advertisement


Dalam memilih jenis media yang tepat dan efektif, ada baiknya bekerjasama dengan pihak perusahaan advertisement atau iklan.


4. Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk promosi

a.  Jenis pasar produk.


Tingkat pemanfaatan alat promosi bervariasi antara pasar konsumen dan pasar industri. Pada perusahaan barang konsumsi akan lebih memusatkan pada promosi penjualan, periklanan, penjualan perorangan dan hubungan masyarakat, sesuai dengan urutannya. Sedangkan perusahaan industri akan lebih memusatkan pada penjualan perorangan, promosi penjualan, periklanan dan hubungan masyarakat.


b. Strategi dorong lawan strategi tarik.


Bauran promosi sangat dipengaruhi oleh apakah perusahaan memilih strategi dorong atau strategi menarik untuk menciptakan penjualan. Pada strategi dorong, penjualan perorangan dan promosi penjualan yang lebih diperhatikan sedang pada strategi tarik, periklanan dan promosi kepada konsumen akan lebih berperan.


c. Dana yang tersedia untuk promosi 



Jumlah dana yang tersedia merupakan faktor penting untuk mempengaruhi promosi. Perusahaan yang memiliki dana lebih besar, kegiatannya akan lebih efektif dibandingkan dengan perusahaan hanya membayar sumber dana yang lebih terbatas.


5. Strategi Promosi dengan melihat Siklus Hidup Produk

Dalam strategi Promosi siklus hidup terdapat 4 yaitu :


1.  Strategi Pemasaran Tahap Perkenalan


Dalam meluncurkan produk baru, manajemen pemasaran dapat membentuk suatu tingkat tinggi atau rendah bagi setiap variabel pemasaran, seperti harga, promosi, distribusi, dan mutu produk. Terdapa empat strategi  yaitu:


a) Strategi peluncuran cepat (rapid skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi tinggi. Strategi ini dapat diterima dengan asumsi sebagian besar pasar potensial tidak menyadari produk itu, harga yang diminta, perusahaan menghadapi persaingan potensial dan untuk membangun preferensi merk.


b) Strategi peluncuran lambat (slow skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Strategi ini bila ukuran pasar terbatas, sebagian besar sadar tentang produk itu, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.


c) Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi besar. Strategi ini cocok digunakan jika pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, terdapat persaingan potensial yang kuat, biaya produksi menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman.



d)  Strategi penetrasi lambat (slow-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi rendah. Strategi ini bila pasar besar, mempunyai kesadaran yang tinggi tentang harga,dan terdapat beberapa persaingan potensial.


2. Strategi Pemasaran Tahap Pertumbuhan


Tahap ini ditandai dengan adanya peningkatan penjualan. Konsumen awal merasa senang dan konsumen berikutnya mulai membeli. Pesaing baru mulai memasuki pasar, harga bertahan atau sedikit turun, dan laba meningkat.  Beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar selama mungkin:


a). Meningkatkan kualitas produk, menambah ciri-ciri atau fitur-fitur produk, serta memperbaiki modelnya.


b). Menambah model baru dan produk penyerta (misal: produk dengan ukuran berbeda, rasa, dan sebagainya untuk melindungi produk utama).


c). Memasuki segmen pasar baru.



d).Meningkatkan cakupan dan memasuki saluran distribusi baru.


3. Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan


Pada suatu titik, tingkat pertumbuhan penjualan produk akan menurun dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup.


4. 4. Strategi Pemasaran Tahap Penurunan


Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, danmeningkatnya persaingan. Mempertahankan produk adalah beban bagi perusahaan maupun karyawan. Strategi bertahan dalam tahap penurunan yang tersedia untuk perusahaan yaitu:


a). Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar.


b). Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.


c). Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan.


d). Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.


e). Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya.


d. Public Realtion


Hubungan masyarakat atau Public Relation adalah praktik mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi (seperti bisnis, lembaga pemerintah atau organisasi nirlaba) dan publik. Kampanye Hubungan masyarakat yang sukses dapat benar-benar bermanfaat bagi merek suatu organisasi karena dapat membangun citra positif sebuah perusahaan atau merek.


e. Familiarisation


Merupakan kegiatan promosi untuk mengenalkan keunggulan yang dimiliki oleh produk.


f. Signage,


merupakan salah satu sarana iklan yang lama dan secara efektif untuk menyampaikan informasi kepada penonton. 



g. Tampilan (display)


Merupakan penataan produk barang yang diterapkan perusahaan tertentu dengan tujuan menarik minat konsumen. Display yang menarik juga bertujuan untuk menarik minat konsumen agar membeli produk.


3. Pemilihan Media Iklan

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memilih media agar iklan berjalan efektif antaralain :


a. Tentukan Budget


Iklan atau promosi pasti membutuhkan budget tertentu untuk mengiklankan produk kepada konsumen. Disini tergantung budget Anda karena setiap jenis media memiliki harga yang berbeda-beda.


b. Tentukan Segmen Pasar


Hal yang masih berkaitan dengan budget atau dana adalah mengetahui segmen pasar. Ini penting bahkan sangat urgent. Anda tidak bisa melakukan sebuah iklan produk tertentu tanpa mengetahui target atau segmen pasarnya. 


c. Materi iklan


Dalam hal ini berhubungan dengan media apa yang akan digunakan. Jika materi iklan hanya sebatas text atau tulisan, maka bisa dengan media cetak baik offline maupun online.


d. Media online atau offline atau keduanya, media online atau offline bisa jadi sangat efektif tergantung dari pasar yang ingin diraih.


e. Jasa advertisement


Dalam memilih jenis media yang tepat dan efektif, ada baiknya bekerjasama dengan pihak perusahaan advertisement atau iklan.


4. Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk promosi

a.  Jenis pasar produk.


Tingkat pemanfaatan alat promosi bervariasi antara pasar konsumen dan pasar industri. Pada perusahaan barang konsumsi akan lebih memusatkan pada promosi penjualan, periklanan, penjualan perorangan dan hubungan masyarakat, sesuai dengan urutannya. Sedangkan perusahaan industri akan lebih memusatkan pada penjualan perorangan, promosi penjualan, periklanan dan hubungan masyarakat.


b. Strategi dorong lawan strategi tarik.


Bauran promosi sangat dipengaruhi oleh apakah perusahaan memilih strategi dorong atau strategi menarik untuk menciptakan penjualan. Pada strategi dorong, penjualan perorangan dan promosi penjualan yang lebih diperhatikan sedang pada strategi tarik, periklanan dan promosi kepada konsumen akan lebih berperan.


c. Dana yang tersedia untuk promosi 



Jumlah dana yang tersedia merupakan faktor penting untuk mempengaruhi promosi. Perusahaan yang memiliki dana lebih besar, kegiatannya akan lebih efektif dibandingkan dengan perusahaan hanya membayar sumber dana yang lebih terbatas.


5. Strategi Promosi dengan melihat Siklus Hidup Produk

Dalam strategi Promosi siklus hidup terdapat 4 yaitu :


1.  Strategi Pemasaran Tahap Perkenalan


Dalam meluncurkan produk baru, manajemen pemasaran dapat membentuk suatu tingkat tinggi atau rendah bagi setiap variabel pemasaran, seperti harga, promosi, distribusi, dan mutu produk. Terdapa empat strategi  yaitu:


a) Strategi peluncuran cepat (rapid skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi tinggi. Strategi ini dapat diterima dengan asumsi sebagian besar pasar potensial tidak menyadari produk itu, harga yang diminta, perusahaan menghadapi persaingan potensial dan untuk membangun preferensi merk.


b) Strategi peluncuran lambat (slow skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Strategi ini bila ukuran pasar terbatas, sebagian besar sadar tentang produk itu, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.


c) Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi besar. Strategi ini cocok digunakan jika pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, terdapat persaingan potensial yang kuat, biaya produksi menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman.



d)  Strategi penetrasi lambat (slow-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi rendah. Strategi ini bila pasar besar, mempunyai kesadaran yang tinggi tentang harga,dan terdapat beberapa persaingan potensial.


2. Strategi Pemasaran Tahap Pertumbuhan


Tahap ini ditandai dengan adanya peningkatan penjualan. Konsumen awal merasa senang dan konsumen berikutnya mulai membeli. Pesaing baru mulai memasuki pasar, harga bertahan atau sedikit turun, dan laba meningkat.  Beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar selama mungkin:


a). Meningkatkan kualitas produk, menambah ciri-ciri atau fitur-fitur produk, serta memperbaiki modelnya.


b). Menambah model baru dan produk penyerta (misal: produk dengan ukuran berbeda, rasa, dan sebagainya untuk melindungi produk utama).


c). Memasuki segmen pasar baru.



d).Meningkatkan cakupan dan memasuki saluran distribusi baru.


3. Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan


Pada suatu titik, tingkat pertumbuhan penjualan produk akan menurun dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup.


4. 4. Strategi Pemasaran Tahap Penurunan


Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, danmeningkatnya persaingan. Mempertahankan produk adalah beban bagi perusahaan maupun karyawan. Strategi bertahan dalam tahap penurunan yang tersedia untuk perusahaan yaitu:


a). Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar.


b). Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.


c). Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan.


d). Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.


e). Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya

Kamis, 31 Desember 2020

Bauran harga

Bauran Harga



 Harga adalah suatu nilai yang dinyatakan dalam bentuk rupiah yang digunakan dalam pertukaran/transaksi atau sejumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa.

1. Konsep Penetapan Harga

   Penetapan harga adalah suatu proses untuk menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima perusahaan dari produk atau jasa yang dihasilkan. Penetapan harga mempengaruhi pendapatan total dan biaya total, maka keputusan dan strategi penetapan harga memegang peranan penting dalam setiap perusahaan. Kuantitas barang yang dijual berpengaruh terhadap biaya yang ditimbulkan dalam kaitannya dengan pengadaan barang bagi perusahaan dagang dan efisiensi produksi bagi perusahaan manufaktur. Maka harga berpengaruh terhadap pendapatan, sehingga harga berpengaruh terhadap laba usaha dan posisi dari keuangan perusahaan.
   Menetapkan satu harga untuk semua pembeli merupakan ide yang dapat dikatakan modern yang muncul saat bermula nya perdagangan eceran skala besar yang terjadi pada akhir abad ke sembilan belas karena pada saat itu perdagangan terjadi dikarenakan penjualan dengan begitu banyak barang dan memperhatikan banyak nya karyawan.

2. Tujuan Penetapan Harga

a. Bertahan 

   Tujuan penetapan harga bagi perusahaan mana pun adalah untuk menetapkan harga yang masuk akal bagi konsumen dan juga agar produsen dapat bertahan di pasar.

b. Meningkatkan laba saat ini 

   Sebagian besar perusahaan mencoba memperbesar margin laba dengan mengevaluasi permintaan dan penawaran jasa dan barang di pasar. Jadi harga ditetapkan sesuai dengan permintaan produk dan pengganti produk tersebut. Jika permintaan tinggi, harga juga akan tinggi.

c. Penguasaan pasar

   Perusahaan memberlakukan angka rendah untuk barang dan jasa untuk mendapatkan ukuran pasar yang besar. Teknik ini membantu meningkatkan penjualan dengan meningkatkan permintaan dan menurunkan biaya produksi.

d. Pasar untuk ide inovatif

    Suatu perusahaan menetapkan harga tinggi untuk produk dan layanan mereka yang sangat inovatif dan menggunakan teknologi mutakhir.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi penepatan harga

a. Faktor yang secara langsung

adalah harga bahan baku, biaya produksi, biaya pemasaran, peraturan pemerintah, dan faktor lainnya. 

b. Faktor yang tidak langsung 

Namun faktor ini erat dengan penetapan harga antara lain yaitu harga produk sejenis yang djual oleh para pesaing, pengaruh harga terhadap hubungan antara produk subtitusi dan produk komplementer, serta potongan untuk para penyalur dan konsumen. 

4. Metode Penetapan Harga

Metode penetapan harga dibagi menjadi dua bagian:

1. Metode Penetapan Harga Berorientasi Biaya

a. Cost-Plus Pricing

    Dalam penetapan harga ini, pabrikan menghitung biaya produksi yang dipertahankan dan memasukkan persentase tetap (juga dikenal sebagai mark up) untuk mendapatkan harga jual. Peningkatan keuntungan dievaluasi pada biaya total (biaya tetap dan variabel).

b. Mark Pricing

   Jumlah tetap atau persentase dari total biaya suatu produk ditambahkan ke harga akhir produk untuk mendapatkan harga jual suatu produk.

c. Target-Returning Pricing

   Perusahaan atau firma menetapkan biaya produk untuk mencapai Tingkat Pengembalian Investasi.

2. Metode Penetapan Harga Berorientasi Pasar

a. Perceived-Value Pricing 

   Dalam metode ini, produsen menetapkan biaya dengan mempertimbangkan pendekatan pelanggan terhadap barang dan jasa, termasuk elemen lain seperti kualitas produk, iklan, promosi, distribusi. Yang dimana memengaruhi sudut pandang pelanggan.

b. Value pricing

    Di sini, perusahaan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tetapi harga rendah.

c. Going-Rate Pricing 

   Dalam metode ini, perusahaan meninjau tarif pesaing sebagai dasar dalam menentukan tarif produk mereka. Biasanya cost produknya kurang lebih sama dengan kompetitor.

d. Aucti Type Pricing 

   Dengan lebih banyak penggunaan internet, metode penetapan harga kontemporer ini berkembang dari hari ke hari. 

e. Differential Pricing 

   Metode ini diterapkan ketika harga harus berbeda untuk kelompok atau pelanggan yang berbeda. Di sini, harga mungkin berbeda menurut wilayah, area, produk, waktu.

5. Memonitor pergerakan harga, produk dan kebijakan distribusi 

a. Mengawasi naik turun nya harga di sebuah perusahaan 

b. Mengawasi perkembangan produk yang diproduksi oleh perusahaan

c. Mengawasi segala kebijakan agar produk sampai sesuai dengan harapan customer

d. Semuanya dilakukan agar mengetahui apa yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan kedepannya 

Kamis, 24 Desember 2020

Bauran Lokasi

Bauran Lokasi



 A. Konsep lokasi dalam bauran pemasaran 

     Definisi Bauran pemasaran disebut juga dengan istilah marketing mix adalah pengertian dari pemasaran itu sendiri (ruang lingkupnya). Sering dari kita, baik anda dan saya mendengar istilah pemasaran, dikehidupan sehari-hari, dikantor, di sekolah, bahkan di tempat tongkrongan. Apapun menyangkut produk (barang dan jasa) pasti ada pemasaran dalam pembahasannya. Kebanyakan “menjual” produk dan jasa mengistilahkan dengan pemasaran, sesungguhnya antara menjual dan memasarkan sangat berbeda baik itu pengertian, makna maupun ruang lingkupnya.Dalam bauran pemasaran sendiri terdapat 4 konsep umum dalam menyusun strategi pemasaranya yaitu : 

A. Product / produk barang dan jasa 

    Dalam produk sendiri merupakan produk yang akan dipasarkan sehingga dapat memberikan manfaat guna memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga dapat memuaskan konsumen. 

1) Price  / harga 

Untuk penetapan harga sendiri adalah unsur penting dimana perusahaan akan melakukan berbagai pertimbangan untuk menetapkan harga dengan mempertimbangkan biaya dan juga laba. Dimana harga sendiri adalah faktor utama penentu positioning suatu produk dan harus diputuskan dengan melihat pasar sasaran dan juga faktor lainya. 

2) Place / lokasi 

Dalam lokasi sendiri terdapat  lokasi usaha usaha yang akan dijalankan dan juga kedudukan pasar serta bagaimana saluran distribusinya 

3) Promotion 

Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan iformasi pada pasar tentang produk atau jasa yang dijual, tempat dan saatnya.

4) People / sumber daya manusia 

Dimana sumber daya manusia sendiri merupakan aset utama dalam suatu perusahaan, guna mengatur bagaimana jalanya suatu peruhaan.

5) Process / aktivitas bisnis 

Proses dapat diartikan sebagai langkah-langkah yang dilakukan antara penjual dan pembeli yang meliputi pelayanan dan dan proses transaksi.

6) Bukti fisik perusahaan 

Dalam bukti fisik ini dapat dirasakan oleh indra manusia baik dapat dilihat , diraba. Biasanya bukti fisik ini dapat melingkupi bangunan kantor ataupun elemen pendukung yang lain seperti toko dan kedai dll. 

B. Kriteria daerah kinerja yang positif untuk pemasaran

Dalam strategi untuk memilih kriteria daerah kerja yang baik uantuk dilakukanya pemasaran yaitu : 

1) Tingkat dari kepadatan penduduk sekitar lokasi usaha

Dimana dalam hal ini semakin tinggi tingkat kepadatan penduduknya maka juga akan semakin besar pula potensi pasar dari usahanya tersebut. sehingga faktorr tersebut dapat berpengaruh terhadap kegiatan pemasaran yang ada. 

2) Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi bisnis 

Dimana dalam hal ini tingkat pendapatan masyarakat juga dapat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya daya beli konsumen yang ada. 

3) Memperhatikan tingkat keramaian lalu lalang kendaraan yang melewati bisnis anda

Dalam hal ini juga harus memperhatikan juga bagaimana kondisi laingkungan anda keramaian lingkungan anda , semakin ramai orang yang tau akan usaha anda maka akan lebih banyak konsumen yang tertarik dengan produk anda 

4) Banyaknya jenis usaha yang mendukung lokasi tersebut 

Dalam hal ini juga semakin banyak jenis usaha yang ada di sekitar lokasi anda , maka konsumen yang akan datang kedaerah anda juga akan semakin ramai.

5) Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan anda pilih 

Dalam pemilihan lokasi usaha sendiri sebaiknya jangan sampai salah memilih lokasi denganbudget dana yang sudah di rencanakan, dan juga dalam penentuan lokasi usaha sendiri sebaiknya melihat bagaimana strategis lokasi tersebut untuk dijalnkan usaha. 

6) Usahakan untuk memilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya rendah 

Lokasi dengan banyak perusahaan atau pengusaha dengan bisnis yang sama sebaiknya anda hindari dan memilih lokasi yang menurut anda usaha anda dapat memberikan kesan yang lebih dikonsumen , akan tetapi apabila lokasi tersebut strategis maka hendaknya anda juga harus mempersiapkan inovasi baru yang membedakan usaha anda terhadap perusahaan sejenis yang ada. 

7) Akses menuju lokasi 

Usahakan lokasi juga cukup mudah untuk diakses oleh konsumen sehingga konsumen mudah untuk mengakses lokasi usaha anda

7) Tingkat keamaanan 

Usahakan lokasi usaha sebaiknya aman sehingga menambah kenyamanan dari para konsumen yang akan membeli di usaha anda.

8) Selalu memperhatikan kebersihan lokasi usaha bisnis 

Selalu menjaga kebersihan dari lingkungan sekitar usaha anda agar konsumen merasa nyaman ketika akan berkunjung ke lokasi usaha anda. 

C. Persyaratan legislasi wilayah terkait K3 dalam kegiatan pemasaran

 Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :

1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja.

2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran.

3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.

4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.

5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.

6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja.

7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.

8. Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan.

9. Penerangan yang cukup dan sesuai.

10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.

11. Menyediakan ventilasi yang cukup.

12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.

13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.

14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.

15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.

16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang

17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.

18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

D. Konsep dan kegunaan saluran distribusi 

Distribusi adalah salah satu dari kegiatan ekonomi dalam penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Sementara saluran distribusi adalah saluran yang menjadi sarana produsen buat menyalurkan barang atau jasa ke konsumen. Peranan dari proses inilah yang sangat penting dalam kegiatan perdagangan. Tanpa adanya saluran distribusi, mungkin barang dari produsen tidak akan pernah sampai dan dinikmati oleh konsumen. 

Fungsi utama saluran pemasaran adalah menyalurkan barang dari produsen ke konsumen atau dari perusahaan kepada pelanggan. Selain itu, fungsi lain dari saluran distribusi adalah:

1. Information adalah mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.

2. Promotion adalah pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.

3. Negotiation adalah mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain sehingga memungkinkan perpindahan hak kepemilikan.

4. Ordering adalah pihak distributor dapat memesan barang kepada perusahaan.

5. Payment adalah pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya

6. Title adalah perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang lain.

7. Physical Possession adalah mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan baku hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.

8. Financing adalah meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran pemasaran.

9. Risk Taking adalah menanggung risiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran pemasaran.

E. Tipe-tipe distribusi 

Terdapat berbagai macam saluran distribusi barang konsumsi, diantaranya :

1. Distribusi dari Produsen ke Konsumen

Jenis distribusi dari produsen ke konsumen adalah jenis saluran distribusi yang paling pendek dan sederhana karena tanpa ada perantara di dalamnya. Seringkali, produsen akan menjual barang atau jasanya kepada konsumen dengan mendatangi langsung ke rumah konsumen..

2. Distribusi dari Produsen ke Pengecer ke Konsumen

 jenis distribusi ini, produsen hanya berperan sebagai pihak yang melayani penjualan besar dan melakukan distribusi ke para pedagang pengecer sehingga mereka tidak melayani penjualan pada konsumen akhir.

3. Distribusi dari Produsen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Konsumen

Sistem ini mirip dengan jenis saluran distribusi yang telah dibahas sebelumnya, namun kini produsen hanya melayani penjualan dengan skala besar kepada pedagang besar saja dan tidak menjualkan produk atau jasanya pada kepada pengecer seperti jenis distribusi di poin kedua. 

4. Distribusi produsen ke agen ke Pengecer ke Konsumen

Di sini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

5. Distribusi dari Produsen ke Agen ke Pedagang Besar ke Pengecer  ke Konsumen

Jenis yang satu ini layaknya kombinasi dari jenis saluran distribusi sebelumnya. Produsen akan menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan produk dan jasa kepada pedagang besar. 

Selanjutnya, barang akan dijualkan kepada para pengecer, sehingga konsumen dapat menikmati produk dari pengecer atau toko kecil.

F. Evaluasi dan upaya pengendalian saluran distribusi 

Masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Penyalur independent merupakan salah satunya, mereka melaksanakan kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri. Hal ini artinya mereka hanya tertarik untuk menjual barang yang dapat meningkatkan laba mereka. Oleh karena itu produsen yang menjual melalui penyalur independent tersebut harus merancang produk  dan pemasaran menarik. Hal ini dilakukan untuk membuat agen independent agar lebih dekat dan terikat dengan produsen, maka sebaiknya produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti :

1. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. Oleh karena itu program tersebut harus dikordinasikan dengan para penyalur sehingga komunikasi dengan pembeli akhir dan informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tepat.

2. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.

3. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.

4. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif. Beberpa teknik pemberian intensif yang dapat digunakan antara lain : 

• Konsesi harga, misalnya : potongan harga, potongan tunai. 

• Bantuan keuangan, misalnya : pembelian secara kredit.

• Proteksi, misalnya : proteksi harga, proteksi keuangan.

G. Manajemen konflik dalam saluran distribusi

Konflik dapat dianggap terjadi bila anggota saluran distribusi merasa bahwa tindakan pihak lain merintangi atau merugikan kinerja mereka dalam mencapai tujuan. Hal ini dapat mempengaruhi proses penyampaian barang kepada konsumen. 

• Mengelola Konflik SaluranKetika perusahaan menambah saluran, perusahan menanggung terciptanya konflik saluran,yang beberapa bisa bersifat membangun, tapi juga bisa menciptakan disfungsional.Tantanganya adalah bukan menghilangkan konflik, tapi mengelolanya dengan lebih baik, agarbersifat membangun dan mengarah pada adaptasi yang lebih baik terhadapa peruahanlingkungan.

Manajemen konflik yang efektif salah satunya adalahpenerapan tujuan superordinat. Anggotasaluran menyetujui tujuan dasar yang mereka cari bersama, baik tujuan bertahan hidup, pangsapasar, atau kepuasan pelanggan. Mereka melakukan ini ketika saluran menghadapi ancaman dariluar.Langkah yang bermanfaat adalahmenukar orang-orang antar dua atau lebih saluran.Harapannya agar peserta akan semakin saling menghargai sudut pandang pihak lain.Ko-optasiadalah usaha yang dilakukan suatu organisasi untuk mendapatkan dukungan daripemimpin organisasi lain dengan memasukan mereka dalam dewan penasihat, dewan direksi,dan semacamnya. 

Diplomasiterjadi ketika masing-masing pihak mengirimkan seorang/ sekelompok untukbertemu dengan pihak lawan untuk menyelesaikan konflik.Mediasiberarti memilih pihak ketiga yang netral dan memiliki keahlian yang dapanmendamaikan kepentingan kedua belah pihak.Arbitrasiterjadi ketika dua pihak setuju memaparkan permasalahan mereka kepada satu ataulebih arbitrator dan menerima keputusan arbitrasi.Tuntutan hukummerupakan langakah terakhir untuk mengelola konflik. Kesepakatan kompromitercapai dengan menerapkan eksplorasi gabungan sistem layanan dan distribusi baru untuk melengkapi sistem.

Kamis, 17 Desember 2020

Bauran Produk

 

BAURAN PRODUK



Produk adalah jantung dari bauran pemasaran. Semua aktivitas pemasaran dimulai dengan produk. Produk bukanlah entitas fisik saja; itu menangkap seluruh aspek berwujud dan tidak berwujud seperti layanan, kepribadian, organisasi, dan ide. Bauran Produk adalah semua lini produk/kumpulan semua produk dan barang yang dijual oleh penjual tertentu . 

Definisi bauran produk menurut Kotler (2009:16) adalah sebagai berikut Bauran Produk (Product Mix) adalah kumpulan dari semua produk dan unit produk yang ditawarkan penjual tertentu kepada pembeli.

Bauran Produk memiliki Lebar, Panjang, Dalam, dan Konsistensinya dalam suatu jajaran lini dari produk perusahaan terkait. Hal tersebut merupakan keputusan dari bauran produk.

1. Lebar bauran produk: Memilah suatu bidang lini produk kedalam beberapa lini produk yang berbeda dalam perusahaan yang sama (Jajaran Produk).

2. Panjang bauran produk: Membedakan Lebar bauran produk kedalam beberapa jenis yang berbeda lagi, Jadi mengacu kepada jenis dari lebar produk.

3. Dalam bauran produk: Membedakan Panjang bauran produk kedalam beberapa tipe atau variasi yang berbeda masing-masing spesifikasinya.

4. Konsistensi bauran produk: Untuk mengetahui seberapa dekat hubungan lini produk tehadap pemakaian akhir, persyaratan produk dan saluran distribusi.

 Macam-Macam Produk

1) Produk Konsumen

• Produk kenyamanan

• Produk belanja 

• Produk khusus

2) Produk Industri 

• Bahan baku dan suku cadang pabrik

• Barang modal

• Perlengkapan dan jasa bisnis 

Definisi Jasa & Macam-macam Jasa

Jasa merupakan berbagai kegiatan ekonomi dengan hasil keluaran yang tidak berwujud yang ditawarkan dari penyedia sebuah jasa yakni perusahaan kepada pengguna jasa atau konsumen.

• Macam-macam Jasa

1) Usaha rumah tangga 

2) Jasa perumahan 

3) Jasa hiburan atau rekreasi 

4) Jasa perawatan pribadi 

5) Jasa kesehatan 

6) Jasa bisnis 

7) Jasa komunikasi 

8) Jasa transportasi 

9) Jasa keuangan 

10) Jasa pendidikan 

D. Strategi Pemasaran Jasa

1) Mengenali konsumen atau target market. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai sesuai keinginan konsumen, hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang ditawarkan karena pada umumnya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama akan pelayanan yang mereka butuhkan.

2) Memilih lokasi yang strategis. Pemilihan lokasi yang tepat juga penting dalam strategi pemasaran jasa. Cobalah untuk mempertimbangkan lokasi yang tepat untuk mendapatkan konsumen atau pelanggan yang sesuai dengan target penjualannya.

3) Menggunakan internet marketing yaitu melalui situs jejaring sosial seperti Facebook, Instagram dan lainnya untuk dapat menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan suatu kepuasan yang lebih bagi konsumen. Jika teknologi yang digunakan semakin canggih, maka semakin cepat pula pelayanan yang akan diberikan untuk konsumen.

4) Melakukan promosi offline seperti berpartisipasi di acara pameran yang sesuai dengan jenis usaha bisnis Anda. Promosi ini terbukti akan dapat meningkatkan kepercayaan pada konsumen atas eksistensi bisnis atau perusahaan Anda. Lakukan strategi promosi secara rutin dengan cara-cara yang kreatif sehingga konsumen lebih tertarik dan tidak merasa bosan.

5) Menjalin hubungan yang baik dengan para konsumen.


Contoh bauran produk Indofood


PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. merupakan salah satu perusahaan mie instant dan makanan olahan terkemuka di Indonesia yang menjadi salah satu cabang perusahaan yang dimiliki oleh Salim Group. Beberapa contoh kedalaman bauran produk Indofood :

1. Mie Instan (kuah dan goreng) : 4 jenis produk (sarimi, popmie, supermie, indomie) , 5 varian rasa (soto, ayam bawang, bakso, kaldu ayam) = kedalaman bauran adalah 20

2. Lays : 3 jenis ukuran bungkus produk (large, medium, small) , 6 varian rasa (rumput laut, sapi barbeque, pizza, sapi panggang, original) = kedalaman bauran

Kamis, 10 Desember 2020

Penentuan STP

Penentuan STP Pasar


1.      A. Konsep inti STP

    Fokus utama dalam model pemasaran STP ini adalah pada pendekatan audiens, bukan produk. Model ini berfokus pada pemilihan segmen yang paling bernilai bagi bisnis pada saat Merancang strategi pemasaran produk agar penyampaian pesan lebih relevan di setiap segmen audiens tersebut. Istilah strategi Pemasaran STP (Segmenting, Targeting dan Positioning) merupakan 3 rangkaian proses yang harus dilalui pada penetapan strategi bisnis. implementasi dari strategi pemasaran ini sebenarnya cukup sederhana. Hal ini menyangkut perencanaan, tindakan dan pengaplikasian pemasaran dari produk yang akan anda pasarkan dengan terlebih dahulu menganalisis keadaan umum perusahaan baik internal maupun eksternal 

B. Konsep nilai pelanggan

Nilai pelanggan (customer value) adalah ikatan emosional yang muncul antara pelanggan dengan produsen berupa manfaat ekonomi, fungsional dan psikologis dari konsekuensi pelanggan menggunakan produk dan jasa dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Nilai pelanggan ditentukan oleh dua hal yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit).

A.    1. Pasar grosir, pengecer dan eksportir

·        →Grosir

Grosir merupakan  dunia bisnis atau perdagangan yakni badan usaha yang menjual barang dagangan kepada penjual atau pengusaha lain, misalnya pengecer, pedagang besar, perusahaan industri, lembaga pemerintah, lembaga swasta, dan lain sebagainya. Kegiatan dagang grosir ini juga menjadikan barang yang diperdagangkan lebih murah daripada harga pasar pada umumnya. badan usaha yang berdagang secara grosir kadang tidak hanya berhubungan dengan produsen, tetapi langsung ke konsumen yang membelinya. Misalnya saja supermarket grosir yang bisa ditemui di kota-kota besar.

·      → Pengecer

Pengecer atau disebut pula ritel adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barangsecara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer.

·   → Eksportir

Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Ekspor adalah bagian penting dari perdagangan internasional. Penjualan barang oleh eksportir keluar negeri dikenai berbagai ketentuan dan pembatasan serta syarat-syarat khusus pada jenis komoditas tertentu termasuk cara penangan dan pengamanannya.

B.     2. Pelanggan lokal, nasional dan internasional

1)      ➨ Pelanggan lokal, Pelanggan local adalah pelanggan yang berasal dari sekitaran tempat produksi, misalnya masih dalam suatu wilayah yang sama seperti satu kecamatan, atau kabupaten.

2)      ➨ Pelanggan nasional. Pelanggan nasional adalah pelanggan yang mencakup seluruh wilayah dalam satu negara.

3)       Pelanggan Internasional , Pelanggan internasional adalah pelanggan yang berasal dari negara lain.

2.      C. Segmenting

Se   Segmentasi pasar adalah kegiatan untuk membagi pasar berdasarkan karakteristik, daya beli, kebutuhan konsumen yang berbeda-beda dalam situasi pasar tertentu. Tujuan dari segmentasi pasar adalah untuk meningkatkan efektifitas pemasaran dengan menghasilkan produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. Syarat dari segmentasi pasar yaitu segmentasi harus bisa diukur, segmentasi pasar logis dan bisa dijalankan, harus ada target segmentasi yang ingin dicapai, pasar lebih heterogen tetapi tetap luas Terdapat keterbatasan dalam melakukan segmentasi pasar yaitu beban biaya yang besar, memerlukan komitmen korporat, menyediakan informasi yang umum bukan individual.Selain keterbatasan yang ada terdapat juga manfaat atau kegunaan dari segmentasi pasar yaitu :

1.      Mengidentifikasi peluang pengembangan produk baru.

2.  Mendesain program pemasaran dengan lebih efektif dalam meraih kelompok pasar yang homogen.

3.      Mengembangkan strategi pengalokasian sumber-sumber pemasaran dengan lebih baik.

        segmentasi pasar dibagi menjadi 4 variabel yaitu variabel perilaku, psikografis, demografis, geografis adalah Segmentasi perilaku, Segmentasi psikografis, Segmentasi demografis, dan Segmentasi ini akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan dan biaya operasional.

3.      D. Positioning

Posisi pasar adalah kegiatan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat menciptakan kesan tertentu yang mudah diingat oleh konsumen. Posisi pasar dilakukan untuk menempatkan dan memposisikan produk pada pasar sehingga produk tersebut tampak berbeda dan menjadi terpisah dengan merek pesaing serta memposisikan produk sehingga dapat menyampaikan beberapa hal keunikan produk kepada pelanggan. Tujuan pokok strategi positioning adalah menempatkan atau memposisikan produk diatas pasar sehingga produk tersebut terpisah atau berbeda dengan merek-merek yang bersaing, dan memposisikan produk. Prosedur positioning sebagai berikut :  

a.       ➤ Menentukan produk-pasar yang relevan

b.      ➤ Pendataan Kebutuhan Pelanggan

c.      ➤ Mengidentifikasi pesaing. Baik pesaing primer maupun pesaing sekunder.

d.      Menentukan Standar Evaluasi.

e.       Membuat perceptual map.

f.      ➤ Mengidentifikasi kesenjangan posisi.

g.      ➤ Merencanakan dan melaksanakan strategi positioning.

h.     ➤ Memantau posisi.

4.      E. Targeting

Target pasar adalah kelompok konsumen yang memiliki ciri-ciri atau sifat hampir sama yang dipilih dengan perusahaan dan yang akan dicapai dengan strategi bauran pemasaran  (marketing mix). Target pasar perlu ditetapkan karena bermanfaat dalam :

v  ➤ Mengembangkan posisi produk dan strategi bauran pemasaran

v  ➤ Memudahkan penyesuaian produk yang dipasarkan dan strategi bauran pemasaran yang dijalankan dengan target pasar

v  ➤ Membidik peluang pasar lebih luas, hal ini penting saat pemasaran produk baru.

v ➤ Memanfaatkan sumber daya perusahaan yang terbatas seefisien dan seefektifitas mungkin

v ➤ Mengantisipasi persaingan.


Menentukan target market sebagai berikut :

·      Single segment concentration

     ➤ Multi segment marketing

·         Selective specialization

·         Product specialization

·         Market specialization

·         Full market coverage

·        ➤ Market coverage strategy