LAPORAN AKHIR USAHA tahu kress
Disusun oleh:
Kelompok 5:
Ahmad Rifki (180321100043)
Susanti (180321100037)
Dewi Yunita (180321100145)
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
BANGKALAN
2019
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ii
DAFTAR GAMBAR iv
BAB I 1
PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Survei Pasar Kompetitor dan Keunggulan Produk 1
1.2.1 Survei pasar 1
1.2.2 Kompetitor 1
1.2.3 Keunggulan Produk 1
BAB II 2
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA 2
2.1 Kondisi Umum Lingkungan Usaha 2
2.2 Peluang Pasar 2
2.3 Segmentasi Pasar 2
2.4 Biaya-biaya 3
BAB III 4
TARGET USAHA 4
3.1 Target Omset yang Sudah Disepakati 4
3.2 Target Penjualan pada Hari Menjual Langsung 4
3.3 Alasan Penentuan Target Omset 4
BAB IV 5
METODE PELAKSANA 5
4.1 Struktur Organisasi 5
4.2 Proses Pembuatan 6
4.3 Proses Pemasaran 6
4.4 Cara Mencapai Target Omzet yang disepakati 6
4.5 Cara Mencapai Target Omzet pada hari Berjualan langsung 6
BAB V 7
HASIL YANG DI CAPAI 7
5.1 Modal Awal 7
5.2 Biaya-Biaya Riil 7
5.3 Produk Berhasil di Jual 7
5.4 Pendapatan Yang di Peroleh 7
5.5 Hasil Pencapaian 7
5.6 Kendala Pencapaian Target Omset 7
5.7 Upaya Yang Dilakukan Untuk Menyelesaikan Kendala 8
5.8 Strategi Pencapaian Target Omset Yang Telah Di Upayakan 8
5.9 Strategi Pencapaian Target Pada Saat Penjualan Langsung,Kendala dan Pencapaian 8
BAB VI 9
PENUTUP 9
6.1 Kesan 9
6.2 Upaya Perbaikan Strategi Perkuliahan 9
LAMPIRAN iv
DAFTAR GAMBAR
gambar 1 Pembelian Bahan Baku iv
gambar 2 pengolahan iv
gambar 4 Pemasaran iv
gambar 3 Pengemasan iv
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tahu adalah makanan yang terbuat dari kacang kedelai yang mengandung protein nabati yang baik untuk kesehatan. Sekarang ini, jarang sekali orang-orang yang menyukai makanan yang terbuat dari kacang kedelai seperti tahu. Makanan seperti ini,hanya kalangan dan orang-orang tertentu saja yang menyukai tahu atau bahkan karena terlalu sering mengkonsumsinya, maka banyak yang mulai bosan untuk memakan makanan tersebut. Hal ini karena, penampilan dan rasanya yang biasa-biasa saja atau kurang begitu menarik dalam penyediaannya.
Disini dalam program kewirausahaan, kami menciptakan produk makanan yang diberi nama “Tahu Kress” dengan alasan untuk memberikan rasa kecintaan kepada masyarakat mengenai tahu agar dapat memakan dan menyukai makanan yang enak ini, dengan memberikan rasa yang menarik serta unik, diberikan balutan yang kriuk-kriuk dan tentu memiliki cita rasa yang lezat.
Kami berharap dengan adanya inovasi makanan tahu ini, semua kalangan menyukai tahu. Selain itu makanan tahu ini dapat menciptakan suasana kekeluargaan disaat santai maupun dalam berdiskusi.
Survei Pasar Kompetitor dan Keunggulan Produk
1.2.1 Survei pasar
Setelah melakukan survei pasar, kami dapat menyimpulkan bahwa banyak penjual Tahu Kress yang kurang memperhatikan lingkungan dalam berjualan. Contohnya menggunakan plastik sebagai bungkus tahu kress padahal plastik sulit terurai dalam tanah. Di daerah Telang juga belum banyak terdapat penjual Tahu Kress sehingga kami memiliki peluang cukup besar untuk menjual produk ini.
1.2.2 Kompetitor
Kompetitor kami menggunakan alat-alat yang lebih lengkap dan harganya lebih murah. Namun kompetitor kami hanya menggunakan plastik saja, tidak efisien dan kurang menarik serta varian rasanya tidak banyak.
1.2.3 Keunggulan Produk
Keunggulan dari produk kami bahan yang kami gunakan 100% halal dan tanpa pengawet. Jika biasanya kemasan Tahu Kress hanya menggunakan plastik saja, kami menggunakan kertas minyak agar kemasan lebih efisien dan menarik. Varian rasanya juga cukup banyak dan terdapat topping sebagai pelengkap. Selain itu, kami menggunakan peralatan yang lengkap dalam menjual produk ini agar konsumen tidak menunggu terlalu lama saat membeli produk kami.
BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
2.1 Kondisi Umum Lingkungan Usaha
Di lingkungan masyarakat yang semakin konsumtif, dapat mempermudah kami dalam membuat produk ini, karena banyak orang-orang yang malas membuat makanan sendiri dan ingin langsung memakan-makanan yang siap saji saja yang praktis dan tidak ribet. Selain itu, di kampus-kampus umumnya menyukai gorengan. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk membuka usaha makanan ringan berupa Tahu Kress merupakan makanan berbahan dasar tahu yang di baluri tepung dengan berbagai varian rasa.
Dalam pendirian usaha ini, sumber bahan baku utama adalah tahu. Tahu mudah ditemukan dimana saja, yang terbuat dari kacang kedelai yang digiling secara halus dan dicetak. Tahu yang akan kami pergunakan adalah tahu kotak yang ukurannya lumayan besar berwarna putih. Untuk luar tahunya kami baluri dengan tepung yang sudah diracik, dengan memiliki kualitas produk yang bagus dan dijamin higienis. Untuk tenaga kerja, kami menggunakan tenaga kerja dari kelompok kami sendiri.
2.2 Peluang Pasar
Melihat dari banyaknya produk-produk yang kami buat, kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha yang sama dengan kreatifitas dan keunikannya masing-masing. Hal itu tidak membuat semangat kami menurun dalam berkreasi dan berinovasi. Kami menyiasati produk yang kami buat dengan inovasi yang berbeda dan produk-produk yang sudah ada, yaitu dengan inovasi rasa yang lebih enak dari rasa yang biasa sampai rasa yang begitu lezat dengan ukuran yang lebih besar, harga yang ekonomis, dan yang paling penting produk yang kami buat di jamin higienis tanpa memakai bahan pengawet atau bahan-bahan yang mengandung kimia tinggi. Dengan ini, kami yakin produk yang kami miliki mampu bersaing dan laku di pasaran selain itu, kami memiliki banyak relasi yang dapat dijadikan pelanggan tetap.
2.3 Segmentasi Pasar
Segmentasi secara geografi yaitu masyarakat Desa Telang dan Socah. Secara demografi yaitu masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yaitu anak-anak hingga manula. Memiliki tingkat pendapatan bawah, menengah dan atas. Selain itu memiliki tingkat pendidikan SD hingga Sarjana. Sedangkan untuk psikografi, kami memiliki sasaran kepada masyarakat yang bergaya hidup modern, praktis, hemat dan higienis. Namun target kami secara geografi yaitu masyarakat Desa Telang, alasannya karena dekat dengan pusat produksi dan pemasaran produk di targetkan kepada mahasiswa UTM dan sekolah-sekolah di Desa Telang. Secara demografi yaitu semua kalangan laki-laki maupun perempuan yang tua ataupun muda serta tidak memandang pendidikannya. Sedangkan secara psikografi target kami yaitu masyarakat yang modern, hemat dan praktis karena masyarakat lebih menyukai produk yang instan, praktis dan hemat. Jumlah potensi konsumen produk kami sebanyak 30 bungkus per hari bisa juga lebih.
2.4 Biaya-biaya
Tahu : Rp. 400/kotak x 75 = Rp. 30.000
Minyak Goreng : Rp. 12.000 /kilo x 2 = Rp. 24.000
Tepung terigu : Rp. 7.000/kg x 2 = Rp. 14.000
Saos : Rp. 4.500/pcs x 1 = Rp. 4.500
Bumbu varian rasa : 4.000/pcs x 12 = Rp.48.000 (6 rasa)
Mayonaise : Rp. 28.000/pcs x 1 = Rp. 28.000
Kertas Minyak : Rp. 26.500/ pcs x 1 = Rp. 26.500
Stiker : Rp. 1.000/lembar x 3 = Rp. 3.000
Isi Gas Lpg : Rp. 19.000/tabung x 1 = Rp. 19.000
BAB III
TARGET USAHA
3.1 Target Omset yang Sudah Disepakati
Target awal yang disepakati oleh kelompok kami yaitu 20 bungkus/hari, setelah itu kami konsultasi dengan dosen pembimbing kami untuk menyampaikan hasil target yang akan kelompok kami lakukan. Dari hasil konsultasi dengan dosen pembimbing yaitu bapak Taufik kelompok kami diberi masukan untuk menambah target omset kami menjadi 30 bungkus/hari. Dari kelompok kami masih ragu dengan penambahan target omset yang diberikan oleh bapak Taufik, karna kami merasa takut tidak bisa mencapai target sebesar itu dengan alasan kami masih baru pertama kali berjualan atau membuka usaha sehingga untuk menarik perhatian konsumen sangat lah susah. Dengan alasan yang kelompok kami sampaikan, namun bapak Taufik tetap dengan keputusannya dan bapak Taufik memberikan wawasan kepada kelompok kami dengan menceritakan salah satu anak bimbingannya yang sudah sukses dalam membukan usahanya sendiri dan dari itulah kami sepakat target kami dalam produksi yaitu 30 bungkus/hari. Maka target omset yang sudah kami sepakati dengan dosen pembingbing yaitu bapak Taufik yaitu 30 bungkus/hari. Untuk mencapai target yang sudah kami sepakati kami melakukan penjualan dengan membuka stand, selain itu untuk mencapai target kami menggunakan media online untuk memenuhi target omzet kami.
3.2 Target Penjualan pada Hari Menjual Langsung
Dalam hari menjualan langsung dengan target omzet yang sudah disepakati yaitu 30 bungkus/hari. Cara kami berjualan tetap seperti biasa yaitu dengan membuka stand di depan SMP 2 Kamal dan juga menggunakan media online, kami juga menawarkan ke teman-teman yang beda fakultas. Kami juga minta bantuan kepada teman yang beda fakultas untuk mempromosikan produk kami, dengan cara itu kami bisa mencapai target yang sudah disepakati dan bahkan melebihi target omset kami.
3.3 Alasan Penentuan Target Omset
Alasan penentuan targer omset yang sudah kami sepakati, karna dengan melihat peluang usaha dimana didaerah telang hanya terdapat satu pesaing yang sejenis. Sehingga kami merasa cukup mampu untuk menyepakati target omset dalam memproduksi produk kami sebanyak 30 bungkus/hari.
BAB IV
METODE PELAKSANA
4.1 Struktur Organisasi
Keterangan
Direktur bertugas sebagai :
Pemimpin perusahaan dalam menerbitkan kebijakan-kebijakan dalam perusahaan tebu
Mengawasi tugas-tugas yang dikerjakan oleh manajemen produksi, pemasaran dan keuangan
Setretaris bertugas sebagai :
Menentukan tempat untuk proses pemasaran
Memberikan saran atau masukan kepada bawahannya dalam mencapai target yang disepakati
Melihat kondisi pasar yang ingin dijadikan target
Bendahara bertugas sebagai :
Mencatat jumlah pengeluaran dan pemasukan dari seluruh biaya-biaya yang bersangkutan dalam tiap bulannya
Melihat harga pasar dalam pembelian bahan baku yang lebih murah
Manajemen Produksi bertugas sebagai :
Mongkoordinasi, mengatur dan memanajemen dalam proses pembuatan produk.
Manajemen pemasaran bertugas sebagai :
Memasarkan produk yang telah disiapkan
Menentukan siapa konsumen dalam usaha tersebut
Manajemen keuangan bertugas sebagai :
Mencatat pengeluaran, pemasukan serta pendapatan dalam proses produksi hingga pemasaran dalam tiap harinya.
4.2 Proses Pembuatan
1. Potonglah tahu menjadi kecil-kecil berbentuk kotak
2. Masukkan tahu yang sudah dipotong ke tepung yang basah
3. Setelah itu masukkan ke tepung yang kering, dengan diasah hingga tepung dan tahu menyatu. ( menghidupkan kompor)
4. Setelah mintak sudah panas tahu tersebut digoreng hingga warnanya berubah agak kekuning coklatan.
5. Masukkan ke toples untuk mencampurkan bumbu varian rasa, kemudian masukkan kedalam kemasan.
6. Produk siap dipasarkan.
4.3 Proses Pemasaran
Dalam proses pemasaran kami menggunakan 2 metode pemasaran, pertama dengan membuka stand yang berlokasi didepan SMP 2 Kamal. Kedua dengan memasarkan menggunakan media online degan sistem order, jadi ketika ada yang memesan maka kami akan mengantarnya tanpa bianya ongkos kirim ( free ongkir).
4.4 Cara Mencapai Target Omzet yang disepakati
Cara kami untuk mencapai target yang telah disepakati yaitu menjual produk dengan membukan stand lebih awal dari jam biasanya. Kami juga mempromosikan produk kami kepada teman-teman selain angkatan kami dan juga menawarkan ke fakultas lain, serta mempromosikan pamflet ke grup WA yang ada di setiap handphone kelompok kami.
4.5 Cara Mencapai Target Omzet pada hari Berjualan langsung
Dalam penjualan secara langsung kami menggunakan cara yang sama dengan hari-hari sebelumnya karena dengan cara yang kelompok kami setiap hari lakukan sudah hampir bisa mencapai target bahkan melebihi target.
BAB V
HASIL YANG DI CAPAI
5.1 Modal Awal
Modal awal yang kelompok kami gunakan yaitu sebesar Rp. 794.500 yang di dapat dari iuran anggota kelompok kami yang berjumlah 3 orang.
5.2 Biaya-Biaya Riil
a. Tahu = Rp. 30.000
b. Minyak Goreng = Rp. 24.000 (2kg)
c. Tepung terigu = Rp. 14.000 (2kg)
d. Saos = Rp. 4.500
e. Bumbu varian rasa = Rp.28.000 (4 rasa)
f. Mayonaise = Rp. 28.000
g. Kertas Minyak = Rp. 26.500
h. Stiker = Rp. 3.000
i. Isi Lpg = Rp. 19.000
j. Perlengkapan = Rp. 647.500
Dari harga diatas merupakan harga riil sesuai pasar pada awal usaha, untuk keberlanjutan usaha harga bisa berubah sewaktu-waktu.
5.3 Produk Berhasil di Jual
Selama proses penjualan tahu kress produk kami berhasil terjual sebanyak 128 pcs dengan pendapatan kotor Rp. 640.000
5.4 Pendapatan Yang di Peroleh
Pendapatan yang diperoleh dalam usaha kami ini yaitu sebesar Rp. 640.000 dan ini masih pendapatan kotor, sedangkan pendapatan bersih yang sudah diputar untuk pembelian bahan baku dll yaitu sebesar Rp. 200.000
5.5 Hasil Pencapaian
Dalam pencapaian proses penjualan produk kami lebih kurang dari 75%, untuk satu kali produksi produk kami mencapai 50%, karna tiap kali produksi kami bisa menjual separuh dari target omset yaitu 22 sampai 28 bungkus.
5.6 Kendala Pencapaian Target Omset
Kendala yang kami hadapi pada saat proses penjualan yaitu kurangnya waktu dalam berjualan dikarenakan masih sibuk dengan tugas kuliah dan juga kurangnya penerangan pada saat malam hari karena masih belum menggunakan aliran listrik jadi para konsumen kurang banyak belum mengetahui tempat jualan kami.
5.7 Upaya Yang Dilakukan Untuk Menyelesaikan Kendala
Kendala kurangnya penerangan dalam usaha kami maka kami berupaya untuk mencari tempat persewaan atau lapak yang mneyediakan sarana listrik dan juga bisa membagi waktu dalam penyelesain tugas kuliah.
5.8 Strategi Pencapaian Target Omset Yang Telah Di Upayakan
Upaya kami untuk mencapai target yang telah disepakati yaitu menjual produk dengan membukan stand lebih awal dari jam biasanya. Kami juga mempromosikan produk kami kepada teman-teman selain angkatan kami dan juga menawarkan ke fakultas lain dan meminta bantuan untuk mempromosikan ke fakultas lain, serta mempromosikan pamflet ke grup WA yang ada di setiap handphone kelompok kami.
5.9 Strategi Pencapaian Target Pada Saat Penjualan Langsung,Kendala dan Pencapaian
Upaya kami dalam mencapai target yang telah disepakati yaitu dengan menjual produk kami dengan membuka stand lebih awal dari jam biasanya. Kami juga mempromosikan produk kami kepada teman-teman selain angkatan kami dan juga menawarkan ke fakultas lain juga meminta bantuan untuk mempromosikan produk kami, serta mempromosikan pamflet ke grup WA yang ada di setiap handphone kelompok kami. Kendala kurangnya penerangan dalam usaha kami maka kami berupaya untuk mencari tempat persewaan atau lapak yang mneyediakan sarana listrik dan juga bisa membagi waktu dalam penyelesain tugas kuliah. Dengan menggunakan cara pemasaran seperti itu kami bisa memenuhi target yang sudah kami sepakati.
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesan
Selama proses perkuliahan kewirausahaan kami mendapatkan banyak ilmu tentang bagaimana cara membangun bisnis dari mulai yang terkecil, tetapi pada saat berjualan langsung kami menyadari teori tidak sepenuhnya sejalan dengan praktek. Dalam persiapan mulai bisnis kami sudah menyusun semuanya dengan matang tetapi ada saja yang tidak sesuai ketika praktek berjualan langsung. Disini kami menyadari bahwa semuanya harys benar benar dipersiapkan dan lebih bersemangat dalam proses berjualan kedepannya sehingga tujuan belajar kewirausahaan dapat terwujud yakni menjadi pengusaha yang sukses.
6.2 Upaya Perbaikan Strategi Perkuliahan
Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan melibatkan aktivitas mahasiswa, melalui diskusi, dan tanya jawab. Dosen menjelaskan pelajari materi perkuliahan secara garis besar materi perkuliahan. Selanjutnya mahasiswa diharapkan secara mandiri dapat mempelajari materi perkuliahan melalui pembelajaran modul yang telah dibagikan. Guna meningkatkan pemahaman mahasiswa, pemberian tugas diberikan secara bervariasi, dengan cara pembuatan ppt dalam merencanakan usaha serta terjun langsung dengan cara mempraktikan bagaimana cara memasarkan produk dengan baik dengan tetap memicu pada konsep yang dipelajri tersebut. Selanjutnya mahasiswa mempertanggungjawabkan penyelesaian tugas tersebut dengan mempresentasikannya melalui aktivitas diskusi kelas dengan memaparkan apa saja yang telah diperoleh. Partisipasi mahasiswa lain sangat ditekankan dan diharapkan guna menanggapi presentasi tersebut. Dalam hal ini, dosen bertindak sebagai fasilitator yang memandu diskusi kelas dan mengarahkan pada jawaban atau simpulan yang benar. Dosen juga membimbing mahasiswa yang mengalami kesulitan, misalnya dengan memberikan kesempatan mahasiswa lain untuk menyelesaikannya atau dengan memberikan pertanyaan acuan. Namun, alangkah lebih baiknya pemberian tugas seperti praktik pemasaran tidak dilakukan terlalu lama
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar